Eee Kyu Says

Truth is elusive because words paint realities instead of reality. ©

Filsafat Pohon Dan Buah


Kalau kau menanam sebuah pohon yang kata penjualnya akan lebat dan manis buahnya, lalu kau dapati bahwa pohon itu ternyata tak berbuah, siapakah yang akan kau salahkan?

Penjualnya? (Yang telah berbohong/membohongimu?)

Pohonnya? (Yang memang buruk dan memaksa si penjual untuk berbohong kepadamu demi keuntungannya sendiri?)

Kau? — Ya, dirimu sendiri! — (Yang bertangan panas, tak mampu menanam dan merawatnya agar lebat berbuah dan manis, seperti yang dijanjikan?)

Tanah, air, dan udara tempatmu menanamnya? (Yang tak cocok dengan si pohon?)

Tidak sederhana, bukan?

Pohon yang tak berbuah tak selamanya karena ia pohon yang buruk.

Janganlah kau pandang aku dengan sebelah mata seperti itu, dengan cibir di sudut bibir itu. Barangkali akulah pohon itu, dan kau — yang congkak dan selalu menganggap diri benar — tak tahu apa-apa tentang aku.

About these ads

Single Post Navigation

Thank you for reading. I'd love to hear from you.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: