Demokrasi dan Pemujaan Orang

Democracy - ciel.org
Democracy Illustration source: ciel.org

Demokrasi tidak diciptakan untuk pemujaan orang dan para pemuja orang. Demokrasi diciptakan justru untuk menghindari pemujaan orang dan menyumpal para pemuja orang.

Demokrasi adalah soal ide, soal perbuatan yang didasarkan pada ide itu. Idelah yang bertarung dan perbuatan-perbuatan yang didasarkan pada ide itulah pasukan-pasukannya.

Demokrasi adalah untuk orang-orang yang cerdas dan kritis, bukan orang-orang dungu yang membabi buta. Demokrasi bukan untuk orang-orang yang silau pada penampilan dan permukaan, tapi untuk orang-orang yang tahu apa yang berlaku dan berpusar di bawah penampilan dan permukaan. Ide-ide ditelaah dan dibedah. Perwujudannya ditampi dan diolah.

Dalam ‘agama’ demokrasi, pemujaan orang adalah bid’ah dan para pemuja orang adalah pembid’ah. Mereka mungkin tidak sesat, tapi keblinger.

Pemujaan orang dan pemuja orang hanya akan melahirkan raja-raja dan ratu-ratu baru, raja-raja dan ratu-ratu yang dicoba disingkirkan oleh kelahiran demokrasi. Pemujaan orang dan pemuja orang akan menghidupkan lagi tirani dan otokrasi.

Pemujaan orang dan pemuja orang adalah cinta dan pencinta membabi buta yang juga akan melahirkan kebencian dan pembenci yang membabi buta. Dan kau tahu, babi buta adalah binatang bodoh yang merusak, yang mencelakai diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya.