Cinta Tak Berbuah Dua Kali


Jelang senja kau mengetuk pintuku.
Kau bilang, kau ingin cinta.
Kau ingin membelinya dengan seluruh pundi-pundi jiwamu.
Kau mampu, katamu.

Tapi cintaku yang itu telah habis terjual — semua! Tak lagi ada yang tersisa.
“Maukah kau cinta yang ini?” kataku.

Kau menangis, tak mau!
Kau mau cinta yang itu. Dan hanya yang itu.

Aku mengeluh tak tahu.
Cinta hanya satu:
Tak mungkin terbagi,
tak mungkin berbuah dua kali.

—————

Eki Akhwan,
11 Desember 2010

Thank you for reading. I'd love to hear from you.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s