Berita Pintar, Pintar Berita


Ditulis oleh Eki Qushay Akhwan

Apakah saya akan menjadi bodoh kalau saya tidak tahu banyak tentang berita hari ini?

Atau, sebaliknya, saya justru akan menjadi bodoh kalau terlalu banyak tahu tentang berita hari ini?

Mengikuti berita (menyimak, menonton, membacanya), menurut awam, akan membuat kita menjadi well-informed. Dan being well-informed seringkali disamakan dengan banyak pengetahuan, alias pintar.

Bagian terakhir dari persamaan itu mungkin benar. Tapi bagian pertamanya bukanlah timbangan yang pas untuk bagian kedua. Berita tidak selalu menjadi sumber kepintaran. Saya bahkan cenderung berpikir bahwa berita bisa malah menjadi sumber kebodohan.

Bisa adalah kemungkinan. Sesuatu yang bergerak di antara ya dan tidak dan digantung oleh konteks.

Berita bisa membuat pintar kalau sumbernya pintar, isinya dan cara penyajiannya pintar, dan penerimanya juga pintar. Sebaliknya ia akan membuat bodoh kalau ketiga variabel itu juga bodoh.

Sumber berita yang pintar adalah sumber yang dapat menyajikan sesuatu berita dengan mendalam, bukan sekedar snippet (guntingan atau potongan kecil yang cuma menyentuh permukaan substansi). Ia juga pintar kalau ia sendiri pintar. Artinya, dia punya otoritas dan kewibawaan dan tidak dipengaruhi oleh kepentingan-kepentingan di luar dirinya yang bisa membuatnya menjadi kurang pintar atau kurang berwibawa. Kalau si sumber berita membawakan berita agar dia mendapatkan duit, maka patut dicurigai bahwa dia bukan sumber berita yang pintar. Motif dagang hanya akan membuat sumber yang seperti itu mencari berita-berita yang laku atau menimbulkan sensasi dan kegirangan. Maka, bukan berita yang bagus (baca: memintarkan) yang akan dia bawa, tapi berita yang akan mendatangkan uang kepadanya.

Isi dan cara penyajian berita yang pintar adalah yang mampu membuat orang berpikir (bukan sekedar tahu atau merasa girang dan terhibur) dan dari keberpikirannya itu kemudian bertindak pintar, menjadi soleh dan bijak. Konteks dan kedalaman isi berita serta kejernihan logika penting. Keduanya memberikan kerangka dan alat untuk menelusuri fakta, menalar jalan pikiran, dan membuat simpulan yang pintar.

Berita itu ibarat bahan makanan. Untuk menjadi sajian yang lezat bermanfaat, ia perlu dipilih, diramu, dan diolah dengan cerdik. Daging (bisa) lezat dan bermanfaat. Tapi daging apa, dipadu dengan bumbu-bumbu apa, dan diolah dengan cara bagaimana?

Berita juga begitu. Diperlukan kecerdasan dalam memilihnya agar ia sesuai dengan keperluan kita dan keadaan diri kita (terlalu banyak daging, apalagi untuk kondisi tubuh dengan metabolisme yang tidak baik untuk daging, justru bisa berbahaya). Ia juga perlu diramu dengan pengetahuan yang baik tentang hal-hal lain dan diolah dengan cara berpikir yang logis dan kritis agar kita tidak ‘dimakan’ oleh berita (karena seharusnya kitalah yang mencerna berita, bukan dicerna oleh berita).

Penerima berita harus cerdas – punya kemampuan memilih, punya cukup pengetahuan yang relevan untuk mencerna, dan punya logika dan sikap kritis yang jernih untuk mengolahnya agar berita bisa membuatnya lebih pintar.

Jadi,

Apakah saya akan menjadi bodoh kalau saya tidak tahu banyak tentang berita hari ini?

Atau, sebaliknya, saya justru akan menjadi bodoh kalau terlalu banyak tahu tentang berita hari ini?

Satu pemikiran pada “Berita Pintar, Pintar Berita

  1. mungkin berita bisa saja membuat kita ‘bodoh’. meskipun demikian, inti dari berita adalah memberikan pengetahuan baru yang tidak diketahui. setidaknya, dengan mengetahui berita terbaru, kita sudah berpartisipasi dalam menghargai suatu usaha seseorang dalam menghantarkan indormasi berita tersebut. meskipun isinya tidak bermanfaat ataupun cenderung ditumpangi dengan berbagai tujuan. diluar hal itu, berita hanyalah berita, pengetahuan terbaru yang selalu dibutuhan oleh orang-orang yang mengganggap berita itu penting.

Thank you for reading. I'd love to hear from you.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s