Menulis Blog dalam Bahasa Apa?


Ditulis oleh Eki Qushay Akhwan

Maksud judul di atas sebenarnya adalah: Kamu menulis dalam bahasa apa untuk mengisi blogmu?

🙂 (Ini saya sedang tersenyum, menimbang-nimbang jawaban atas pertanyaan itu.)

Untuk orang yang bilingual atau multilingual, itu tentu sebuah pilihan. Untuk orang yang cuma menguasai satu bahasa, pilihan itu tentu tidak ada, kan?

Untungnya, banyak di antara kita – orang Indonesia – yang multilingual. Paling tidak, bilingual: kita menguasai satu bahasa ibu (bahasa daerah) dan  bahasa nasional (Bahasa Indonesia). Jadi, kita selalu punya pilihan.

Menulis dan mengisi blog dalam bahasa daerah agaknya kurang diminati. Saya jarang sekali mendapati blog orang Indonesia yang ditulis dalam bahasa daerah. Tapi bukan berarti tidak ada, kan? Ini salah satu contoh blog berbahasa Sunda yang sudah dengan setia terbit sejak tahun 2006.

Bahasa daerah kurang diminati sebagai wahana tulis-menulis karena mungkin tingkat keberaksaraan dalam bahasa itu lemah. Banyak di antara kita yang hanya mampu menggunakan bahasa daerah untuk berkomunikasi lisan. Itupun hanya untuk keperluan survival (kelangsungan hidup) saja, bukan komunikasi lisan yang berderajat lebih tinggi. Padahal menulis memerlukan tingkat keberaksaraan yang lebih canggih dibandingkan dengan tingkat keberaksaraan lisan.

Alasan lain kurang diminatinya bahasa daerah sebagai wahana penulisan blog barangkali adalah karena bahasa daerah memiliki tingkat penjangkauan yang lebih terbatas dibandingkan bahasa nasional. Blog yang ditulis dalam bahasa daerah dengan sendirinya hanya akan menjangkau pembaca-pembaca yang bisa berbahasa itu. Selain itu, mungkin tidak banyak juga orang-orang yang bisa berbahasa daerah yang masih cukup berminat untuk membaca tulisan-tulisan dalam bahasa daerahnya.

Alasan tingkat penjangkauan barangkali juga ada hubungannya dengan komersialitas blog. Orang-orang yang ngeblog dengan motivasi mencari uang tentu ingin blognya dikunjungi dan dibaca oleh sebanyak mungkin orang, agar kemungkinan untuk mendapatkan penghasilan dari kegiatannya itu menjadi lebih besar.

Jadi,

kebanyakan narablog Indonesia akhirnya ngeblog dalam bahasa Indonesia, karena tingkat keberaksaraan mereka dalam bahasa itu lebih baik, supaya tingkat penjangkauan blognya lebih luas, dan (bagi yang motivasinya mencari penghasilan) blognya menjadi lebih komersil.

Lalu bagaimana dengan bahasa Inggris?

Saya tidak tahu persis berapa banyak narablog Indonesia yang mengisi blognya dalam bahasa Inggris. Perkiraaan saya, tidak banyak. Tingkat keberaksaraan bahasa Inggris orang Indonesia memang belum begitu menggembirakan. Padahal kalau kita bisa menggunakan bahasa ini, tingkat penjangkuan blog mereka tentu akan mendunia dan dengan sendirinya akan jauh lebih komersil.

Untuk saya sendiri, yang kebetulan menguasai bahasa Inggris dengan baik, pertimbangan bahasa apa yang saya pakai untuk mengisi blog-blog saya adalah seperti ini:

Saya akan menulis dalam bahasa Inggris kalau tulisan itu mengenai Indonesia dan topiknya belum banyak ditulis orang dalam bahasa Inggris. Saya akan menulis dalam bahasa Indonesia kalau tulisan itu mengenai hal-hal penting yang belum banyak ditulis dalam bahasa Indonesia. Saya ingin Indonesia dan segala yang hebat tentang negeri ini dikenal oleh dunia. Saya juga ingin orang-orang Indonesia belajar dan mengetahui hal-hal yang dapat membuka wawasan mereka tentang dunia luar.

Bagi saya, narablog itu seperti seorang guru. Seorang guru itu jembatan yang menghubungkan pengetahuan dan orang-orang yang mencari pengetahuan. Jembatan itu menjangkau dan membuka isolasi suatu daerah agar dua daerah yang tidak sama tidak setimbang perkembangannya menjadi lebih setara. Jembatan membuat dua daerah saling berkomunikasi, membangun saling pengertian. Jembatan itu … (silakan lanjutkan sendiri ya…).

Selamat menulis dan berbagi manfaat melalui blog!

7 pemikiran pada “Menulis Blog dalam Bahasa Apa?

  1. Saya menulis dalam bahasa Indonesia saja (kecuali untuk blog pay per review dan blog bertujuan untuk iklan dengan target pasar global menggunakan bahasa inggris), alasanya karena :
    1. Sampai saat ini target blog saya tingkat nasional.
    2. Input sumber-sumber kepenulisan yang menjadi inspirasi tulisan mayoritas menggunakan bahasa Indonesia hal ini mempengaruhi saya (walau beberapa tahun belakangan banyak sumber yang saya baca menggunakan bahasa inggris)
    3. Hal teknis kepenulisan yang paling saya kuasai adalah bahasa Indonesia.
    Menulis dalam bahasa inggris sebenarnya bisa lebih komersil atau bisa pula lebih menggema dalam hal idealisme pandangan, tapi masih terkendala yang Bapak sebut pada tulisan sebelumnya yaitu hal teknis (tata bahasa, pilihan kata dan kedalaman makna). Sebenarnya saya menguasai bahasa daerah juga tapi tapi karena input bahasa daerah dalam hal kepenulisan masih sangat jarang maka output dari ide-ide saya hanya dalam bahasa Indonesia. Tapi jika saya menjelaskan tentang satu hal terkait isi sebuah blog (blog tutorial) saya bisa menjelaskan dengan bahasa daerah (Basa Sunda). Mungkin dalam hal ini adalah masalah pembiasaan.
    Untuk saat ini sampai mungkin identitas blog saya sudah mapan saya akan menulis dalam bahasa Indonesia. Jika sudah “punya identitas” dan sangat senang dengan identitas tulisan tersebut mungkin saya akan merambah dengan bahasa lain.

  2. Saya sekarang memiliki 2 blog aktif. Blog pertama menggunakan bahasa Indonesia. Alasannya agar bisa dibaca rekan-rekan sendiri dan orang-orang Indonesia lainnya. Blog yang kedua menggunakan Bahasa Inggris. Alasannya buat pembelajaran/membiasakan menulis dalam bahasa Inggris, terlepas apapun temanya. Ada misi akademik dan budaya juga sih Pak, Saya mencoba menulis argumentatif. Saya juga mencoba menulis tentang Budaya membatik (rencananya).

    Tapi dengan tulisan Pak Eki ini saya jadi terinspirasi untuk menulis mengaktifkn kembali blog saya tapi ingin menggunakan bahasa Jawa.🙂.

    1. Thanks, Yogi.
      Blog dalam bahasa Inggris yang khusus tentang batik kayaknya akan hebat. Dilihat dari ceruknya pasti akan banyak menarik pengunjung dan pembaca dari LN.

  3. Kalau sandi, menulis dengan berbagai bahasa saja Pak, supaya sebih bebas berkreasi. Kalau bahasa Inggris masih takut jika di komentari grammar dan lainnya…😀
    *setidaknya sandi blogging ingat dengan perkataan nya Bapak, bahwa dunia masih bisa berubah…🙂

Thank you for reading. I'd love to hear from you.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s