450 Words Per Day Challenge


Hari ini saya menantang teman-teman di BLOW UP! (Blogger Warga UPI) untuk menulis sekurang-kurangnya 450 kata sehari, setiap hari, selama 360 hari atau setahun full di blog mereka masing-masing.

Jreng!!! Jreng!!!

Tantangan itu cuma iseng tadinya. Yang saya tantang sebenarnya diri saya sendiri. Bisa ngga ya saya menulis setiap hari dengan target minimal 450 kata, dan berkualitas! (Bukan asal menulis!)

Keringetan juga saya kalau ingat tantangan itu. Terbayang bagaimana kalau saya sedang sibuk, atau pura-pura sibuk, kehabisan ide, atau down right malas? Bisa  Maluku (malu aku)!

Tapi apa boleh dikata, karena aku sendiri yang sudah melempar tantangan itu, masa aku  sendiri yang pertama mundur? Pantang laaah!

Ayo kita mulai!

Pertanyaan pertama: Apa yang bisa ditulis setiap hari?

Banyak!

Hidup itu sebuah cerita. Jadi, paling tidak kita bisa menuliskan kisah hidup kita sendiri: apa yang kita alami, apa yang kita rasakan, apa yang kita pelajari, apa yang ingin kita ungkapkan dan bagi untuk sesama.

Tapi 450 (empat ratus lima puluh) kata, man! Berat!

OK – seberapa banyak sih 450 kata? Kira-kira cuma 2 halaman kuarto satu setengah spasi kalau ditulis dengan  jenis huruf Times New Roman ukuran 12. Tidak  banyak, kan? Bandingkan itu dengan jumlah kata-kata yang kita produksi setiap hari. Menurut situs ini, kalau kamu seorang perempuan, kamu rata-rata menghasilkan 20.000 kata per hari. Kalau kamu laki-laki, jumlahnya memang jauh lebih sedikit, yaitu cuma 7000 kata per hari. Rata-rata. (Jadi, terbukti perempuan memang lebih suka bicara ya? Hihihi … )

Tapi kan menulis tidak sama dengan ngobrol?!

Bisa jadi begitu kalau kamu memang ingin menulis dengan cara yang tidak sama. Tapi kalau dibalik bagaimana? Bagaimana kalau kita menulis seperti kalau kita sedang ngobrol? Bebas-bebas saja seperti kita sedang ngobrol. Topiknya juga seperti yang biasa kita obrolkan sehari-hari; kata-kata dan kalimatnya juga kata-kata dan kalimat obrolan. Pokoknya nyantai saja lah!

Masih merasa kesulitan juga?

Iya, tapi kan …

Aku tahu, kamu pasti mau bilang kalau ngomong kan tidak perlu ngetik, dan ngetik perlu waktu.

Aku takkan membantah itu. Semua memang perlu waktu. BAB juga perlu waktu, kan? Nah anggap saja ini bagian dari rutinitas sehari-hari yang … seperti BAB itulah.🙂

Coba bayangkan kalau kita tak bisa buang hajat sehariii saja. Kembung, kan? Kalau tak makan sehari? Kalau tak tidur sehari? Pasti ada yang kurang. Pasti ada yang terasa ngga beres. Jadi, anggap saja menulis itu rutinitas sehari-hari, yang kalau tidak dilakukan bisa membuat kita merasa ada yang tidak beres dalam sistem kita.

OK – sekarang semuanya terserah kamu. Tidak ada paksaan. Seperti saya bilang tadi, tantangan ini sebenarnya untuk saya sendiri. Saya ingin melihat apakah saya mampu, dan apa hasilnya kalau saya memaksa diri menulis setiap hari sepanjang tahun.

Aku kira, menulis itu seperti olahraga. Kalau kita rutin melakukannya, otot-otot kita akan semakin perkasa. Jantung kita juga. Menulis setiap hari mungkin akan membuat saya semakin lihai menggunakann kata-kata dan menyusun kalimat untuk mengungkapkan ide atau perasaan secara teratur – terstruktur.

Target saya untuk resolusi dan tantangan ini: 80 persen. Kalau bisa lebih, alhamdulillah. Kalau tidak, ya harus!🙂

4 pemikiran pada “450 Words Per Day Challenge

  1. Ping-balik: Eee Kyu Says

Thank you for reading. I'd love to hear from you.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s