Menulis dan Tanda Baca


Ada yang bilang, kalau ingin bisa menulis, lupakan saja tanda baca!

Saya kurang sependapat.

Kemampuan menulis dan menggunakan tanda baca adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan.

Kemampuan menggunakan tanda baca dengan baik, bagi saya, adalah tanda seseorang sudah bisa menulis, sedang berlatih menulis, atau sama sekali tidak tahu apa apa tentang tulis menulis.

Saya yakin, kemampuan menggunakan tanda baca dengan baik mencerminkan tingkat kecanggihan seorang penulis: tanda kecerdasan verbal dan tanda tingkat keberaksaraannya.

Penulis yang canggih bisa menggunakan tanda baca sedemikian rupa untuk membuat tulisannya menjadi lebih bertenaga.

Ada beberapa penulis yang sangat saya kagumi dalam soal yang satu ini. Salah satunya, Goenawan Mohamad. Begitu kagumnya saya, sampai-sampai waktu di SMP dan SMA dulu, saya nyaris tak pernah alpa membaca Catatan Pinggirnya di Tempo. Setiap terbit. Setiap minggu. Saya amati dengan penuh takzim bagaimana dia memilih kata, menyusun kalimat, dan mengolah isi yang demikian kaya dengan permainan tanda baca yang begitu bertenaga, memesona. Ini salah satu contoh paragraf yang saya kutip dari Catatan Pinggirnya yang bertajuk “Machiavelli, Marx, dan Mungkin” yang terbit 15 Desember lalu:

Tapi ia juga bukan filosof dengan teori besar. Ia berangkat dari pengalaman — jalan yang ujungnya kegagalan. Bukunya itu, Il Principe, yang rampung di tahun 1516, ditulisnya di sebuah villa tua tempat ia mengundurkan diri. Setelah kalah.

Bayangkan kalau paragraf itu ditulis seperti ini:

Tapi ia juga bukan filosof dengan teori besar, ia berangkat dari pengalaman, jalan yang ujungnya kegagalan. Bukunya itu, Il Principe, yang rampung di tahun 1516, ditulisnya di sebuah villa tua tempat ia mengundurkan diri setelah kalah.

Perbedaan yang nyaris tak seberapa. Tapi tenaga yang ditimbulkannya sungguh sangat berbeda.

Tanda baca sesungguhnyalah bukan cuma simbol. Juga bukan cuma penanda yang memberi aba-aba kapan pembaca harus mengambil jeda atau menaikturunkan nada saat membaca. Ia adalah alat yang membantu kita – penulis – untuk mengorganisir gagasan-gagasan kita, cara berpikir dan logika kita ketika kita menuangkan apa yang ada dalam pikiran kita dalam bentuk tulisan. Ia alat yang membantu kita ‘menjelaskan’ kepada pembaca hubungan antarbagian-bagian yang kita tulis.

Jadi,

orang yang serampangan menggunakan tanda baca biasanya adalah orang yang tidak tahu persis hubungan antara bagian-bagian yang ditulisnya; orang yang cara berpikir dan logikanya kacau, sehingga tulisannya juga berkesan kacau bagi pembacanya. Sulit untuk dimengerti, apalagi dinikmati.

Sebaliknya,

orang yang menggunakan tanda baca dengan cermat, tahu persis apa yang diingingkannya. Gagasan-gagasan yang ingin disampaikannya jernih. Logika yang mengikatnya runtut. Tulisannya bertenaga. Mudah dimengerti, enak untuk dinikmati.

Bagi saya, tanda baca bukan sekedar rumus-rumus baku dan kaku yang harus dihafal cara pemakaiannya, tapi bagian dari ungkapan cara kita berpikir melalui tulisan.

Punctuations say as much about you as the words you choose and how you arrange them in your writing!

5 pemikiran pada “Menulis dan Tanda Baca

    1. Maaf.😦
      Bukan maksud saya menakut-nakuti.
      Menulis itu kemampuan yang perlu diasah. Seperti ketrampilan-ketrampilan lain, semakin sering menulis (dan membaca, mengamati tulisan orang lain), semakin canggih kemampuan kita.🙂

  1. Akhirnya Bapak membahas hal yang saya pikirkan. Sebenarnya hal ini yang sekarang menjadi masalah diantara daftar masalah dalam kepenulisan. Saya sering membuat kalimat menjadi sangat panjang dan hanya dibatasi oleh koma tanpa titik. Solusi sementara bagi saya yaitu membaca tulian secara berulang-ulang lalu menyesuaikan pilihan kata yang sudah ditulis. Komentator bawah saya mungkin ada yang memiliki pengalaman dan solusi yang jitu untuk mengatasinya?

    1. Yohan,
      Coba baca kembali tulisan saya. Saya percaya, tanda baca tidak seharusnya dipakai sebagai rumus baku dan kaku. Coba perlakukan tanda baca sebagai alat yang mengorganisir pikiran dan gagasan yang ingin kamu tuangkan dalam tulisan.

Thank you for reading. I'd love to hear from you.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s