Mampus!


Kawan,

Soal cinta dan mencinta, aku bilang begini:

Anak muda punya banyak cinta, tapi tak tahu cara mencinta.
Konyol, itu nama permainan mereka:
memupus yang baru bersemi hanya karena ego yang berapi-api.

Tapi tak apa. Cadangan cinta mereka banyak.
Jadi, tak jadi soal kalau cinta mereka terbuang semusim sekali.
Dari membuang dan mengganti cinta itu, mereka belajar cara mencinta yang sejati.

Orang dewasa – karena tak semua yang tua dewasa – tak punya banyak cinta;
Cadangan cinta mereka sebagian telah habis dulu.
Tapi mereka tahu cara mencinta – dari jatuh bangun selaksa cinta-semusim dulu.

Kekonyolan bukan lagi permainan mereka.
Hati-hati mereka merawat cinta;
karena mereka tahu, cadangan cinta mereka tak banyak lagi.

Memang tak jarang orang tua – yang belum juga beranjak dewasa – bermain cinta layaknya si muda.

Tahukah kamu nama permainan itu?

Mampus!  — Itu sebutanku.

__________

Catatan: Prosa pendek (atau puisi) ini semula saya tulis dan publikasikan di blog pribadi saya yang dulu. Saya publikasikan lagi di sini – dengan sedikit perbaikan redaksional -karena blog itu sudah saya tutup bagi pembaca umum.

4 pemikiran pada “Mampus!

Thank you for reading. I'd love to hear from you.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s