Catatan Kecil Tentang Opini Saya Mengenai Pengurangan Subsidi BBM


Beberapa hari ke belakang saya menulis beberapa opini di bidang politik-ekonomi sekaitan dengan perdebatan yang semakin memanas mengenai perlu tidaknya subsidi BBM dikurangi. Di luar dugaan, tulisan-tulisan itu telah menarik perhatian beberapa teman saya. Mereka — atas inisiatif sendiri — kemudian menggetoktularkankannya melalui situs-situs jejaring sosial, sehingga tulisan-tulisan itu menyebar — dan mendapatkan respon yang cukup luas — di dunia maya.

Tersebarluasnya opini itu saya anggap positif karena bisa memancing diskusi di antara pihak-pihak yang setuju dan yang tidak setuju atas pengurangan subsidi. Saya meyakini bahwa pertarungan gagasan yang terjadi melalui dialektika semacam itu sangat penting dalam sistem demokrasi, karena melalui dialektika seperti itulah warga negara mempunyai kesempatan untuk memahami, menimbang, dan menguji berbagai perspektif mengenai isu-isu publik yang berkaitan dengan kepentingan mereka.

Meskipun demikian, saya merasa perlu menegaskan di sini, bahwa semua tulisan itu adalah pendapat dan keyakinan pribadi saya sebagai warga negara. Saya tidak mempunyai kaitan apapun dengan pihak manapun yang mungkin mempunyai agenda-agenda politik dan ekonomi yang berpihak pada golongan tertentu mengenai isu pengurangan subsidi BBM itu.

Selain itu, saya juga perlu menegaskan bahwa saya orang awam mengenai masalah ini. Saya tidak mempunyai kompetensi dan pengetahuan teknis yang cukup mengenai masalah ekonomi dan politik, apalagi yang berkenaan dengan hal-hal yang sangat spesifik mengenai kebijakan subsidi BBM. Oleh karena itu, seluruh pernyataan di dalam opini-opini saya itu harus dibaca dan dipahami sebagai pernyataan-pernyataan yang bersifat umum dan bersumber dari pengetahuan dan pendapat pribadi. Opini-opini itu bisa saja berubah suatu saat nanti kalau fakta dan pengetahuan yang saya dapatkan mampu meyakinkan saya untuk berubah haluan.

Secara pribadi, saya punya sikap bahwa kemaslahatan umum harus mempunyai tempat yang lebih tinggi dari kepentingan golongan; kepentingan jangka panjang harus lebih diutamakan dari kepentingan jangka pendek; dan kejujuran, integritas, serta keadilan dan kepantasan harus selalu menjadi nilai-nilai yang melandasi tindakan yang akan diambil untuk kepentingan bersama. Saya akan selalu berpihak kepada prinsip-prinsip itu.

Dengan catatan kecil ini, saya ingin mengakhiri rangkaian opini saya mengenai pengurangan subsidi BBM dan kembali ke habitat saya serta menulis mengenai hal-hal yang saya sukai, minati, dan kuasai.

Salam.

Thank you for reading. I'd love to hear from you.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s