Tak Perlulah Kau Buru-buru Tentang Hidup


Tak perlulah kau buru-buru tentang hidup.
Ia ada tanpa kita mengundangnya.
Dan ia akan pergi saat ia mau juga.

Hidup itu seperti sebuah percintaan —
percintaan kita yang panas, melelahkan; tapi kita asyik dalam peluh
yang menikmatkan.
Kenapa buru-buru menepisnya? Nikmatilah manisnya —
pelan, dalam regukan yang hanya datang
setetes demi setetes.

Tak perlulah kau buru-buru tentang hidup.
Ia akan berjalan dengan langkahnya sendiri,
seperti kau, dengan langkahmu sendiri.

Hidup itu seperti tamasya —
di atas gunung dan di tepi laut;
tak inginkah kau melihat langitnya — yang biru,
dan airnya — yang juga biru?
Tak inginkah kau berenang bersama ikan-ikan itu?
Atau terbang bersama burung-burung itu?

Tak perlulah kau buru-buru tentang hidup.
Nikmati ia seperti kau mengunyah makanan paling enak —
pelan, dan dengan sepenuh penghayatan: —
nikmati setiap rasanya, asam manisnya,
asin pedasnya …
gelitiknya pada setiap pengecap lidahmu,
sebelum ia masuk dalam rongga gelap tenggorokanmu,
dan meluncur ke perutmu, dan tak dapat kau rasakan lagi —
lalu menjadi tai!

____________________
Eki Akhwan, 6 April 2012

3 pemikiran pada “Tak Perlulah Kau Buru-buru Tentang Hidup

  1. Hm,,pemikiran dlm tulisan2nya keren mas,,wlopun ada beberapa yg kurang sepaham dgn saya ! Hehe…Keep writing masbro..🙂

Thank you for reading. I'd love to hear from you.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s