Tuhan Yang Menitipkan


Tuhanku menitipkan alam semesta ini kepadaku. Akulah khalifatul fil ard, khalifah di muka bumi. Tugasku memakmurkannya — menjaganya, mengelolanya, dan menjadikannya baik bagi semesta mahluk-Nya.

Tuhanku mengutus nabi-nabi-Nya sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan: agar aku tak sedih dengan kenistaan-kenistaan dunia, agar aku tak lupa pada titipan-Nya — misiku untuk menyebarkan kebaikan, memperbaiki kerusakan, dan memupus segala kenistaan, misi seorang khalifatul fil ard.

Tuhanku menitipkan wahyu kepada nabi-nabi-Nya, agar dengan wahyu itu aku mendapatkan petunjuk-Nya — tata cara yang dapat aku ikuti untuk menjalankan misi yang dititipkan-Nya kepadaku.

Tuhanku menitipkan anak kepadaku (kepadamu, kepada kita, wahai orangtua), agar anak itu kudidik untuk menjadi baik dan menjadi sumber kebaikan bagiku dan bagi semesta.

Tuhanku menitipkan orangtua kepadaku (kepadamu, kepada kita, wahai anak), agar mereka tak ternista di hari tuanya.

Tuhanku menitipkan anak-anak yatim kepadaku (kepadamu, kepada kita), agar mereka tak ternista dan terlunta-lunta, agar mereka dapat merasakan kasih sayang ibu bapa mereka yang telah tiada, merasakan kasih sayang Tuhan mereka — Pelindung dan Penjaga mereka.

Tuhanku menitipkan fakir miskin kepadaku (kepadamu, kepada kita), agar tak ada manusia yang ternista dan menista.

Tuhanku menitipkan istriku kepadaku (dan aku kepada istriku), agar dalam kasih sayang kami, menjelma kasih sayang-Nya.

Tuhanku menitipkan yang hak, agar ia tak dimakan oleh yang batil. Karena Yang Hak, itulah Nama-Nya.

Tuhanku menitipkan nyawa-(milik)-Nya, agar ia tak diambil suka-suka. Nyawa itu hak-Nya semata.

Tuhanku menitipkan ilmu-Nya kepadaku, agar aku bisa mengenal-Nya, mengenal keagungan-Nya.

Tuhanku menitipkan harta kepadaku — tidak untuk dipakai suka-suka, tapi untuk-Nya, untuk keagungan-Nya, untuk misi yang dititipkan-Nya kepadaku.

Tuhanku menitipkan hak pembeli kepada pedagang; hak rakyat kepada pemimpin (dan pemimpin kepada rakyat); hak yang lemah kepada yang kuat; hak yang tuna kepada yang ada; hak yang mati kepada yang hidup …

Ialah Tuhan Yang Mahaagung, Yang Mahasayang, Yang Memberi dan tak meminta. Ialah Yang menitipkan, dan kepada-Nya lah kita menitipkan diri.

Wahai Tuhanku, akulah amanah-Mu: Jiwaku amahah-Mu, hidupku amanah-Mu, dunia ini amanah-Mu, istriku amanah-Mu (dan aku amanah-Mu baginya), anakku amanah-Mu (dan aku baginya), orangtuaku amanah-Mu (dan aku bagi mereka), ilmuku amanah-Mu, hartaku amanah-Mu, sehatku amanah-Mu …

Maka, wahai Tuhan Yang Maharahmah, jadikanlah aku hamba yang amanah.

Amin.

Thank you for reading. I'd love to hear from you.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s