Lebih Besar dari Sekolah


Inilah yang saya pesankan kepada para mahasiswa saya di hari terakhir perkuliahan semester ini:

Jadilah manusia-manusia yang lebih besar dari sekolah.

Sekolah adalah wadah dan sarana yang diciptakan untuk membantu anak-anak manusia untuk belajar. Sekolah tidak identik dengan belajar. Tidak semua orang yang bersekolah dengan sendirinya belajar. Sebaliknya, tidak semua orang yang tidak bersekolah tidak belajar.

Banyak orang yang persekolahannya tidak seberapa, tapi ilmunya (baca: hasil belajarnya) justru melampaui orang-orang yang tingkat persekolahannya jauh di atas mereka. Banyak juga orang yang menaiki jenjang-jenjang persekolahan sampai tingkatnya yang tertinggi, tapi kemampuannya tak sebanding dengan gelar-gelar yang menempel di kepalanya.

Belajar bukanlah tanggung jawab institusi, tapi tanggung jawab individu. Tidak ada institusi pendidikan yang bisa membuat seseorang belajar, kecuali orang itu sendiri mau dan punya keinginan untuk belajar.

Belajar dimulai dari keinginan individu dan hasilnya ditentukan oleh usaha individu itu sendiri. Sebuah institusi pendidikan hebat dengan fasilitas super tak kan mampu melahirkan orang-orang yang betul-betul terpelajar bila orang-orang itu tidak punya semangat untuk menjadikan dirinya terpelajar. Sebaliknya, warga institusi pinggiran — kelas ‘kampung’ dengan fasilitas serbakurang — boleh jadi melesat dan mencapai prestasi-prestasi luar biasa kalau mereka punya kemauan dan semangat untuk belajar yang tinggi.

Betul, sebuah institusi pendidikan yang hebat mempunyai fasilitas-fasilitas unggul yang dapat mendorong dan melesatkan pencapaian belajar warganya. Tapi si wargalah yang membuat itu terjadi, bukan fasilitasnya, karena orang yang mempunyai keinginan kuat untuk belajar pasti akan mencari sampai ke manapun sumber-sumber belajar yang diperlukannya.

Belajar adalah kegiatan yang berpusat pada individu. Intensitas dan hasilnya ditentukan oleh individu itu sendiri: oleh kemauannya, oleh semangatnya, oleh ketekunan dan keuletannya, oleh minat dan keriangannya dalam menjalani proses belajar. Hal-hal itulah yang perlu ditumbuhkan dalam diri setiap pembelajar, bukan hasrat pada gemerlapnya institusi atau gelar dan gengsi-gengsi yang berkaitan dengannya.

Belajar haruslah menjadi sebuah kenikmatan yang menggairahkan karena ia berasal dari keinginan untuk memuaskan hasrat keingintahuan pribadi, menjawab pertanyaan, dan menggali lebih dalam dan lebih dalam lagi khazanah ilmu pengetahuan. Tidak ada keterpaksaan, tidak ada beban.

Pembelajar-pembelajar yang mampu menghayati hakikat belajar seperti inilah pembelajar yang sejati. Mereka tidak akan pernah merasa lelah atau bosan berhadapan dengan kesulitan-kesulitlan yang harus ditempuh dalam menjelajahi rimba ilmu pengetahuan. Itu karena kekuatan mereka tidak berasal dari keharusan atau paksaan, tapi karena hasrat yang menggebu yang berasal dari dalam diri mereka sendiri.

Merekalah orang-orang yang lebih besar dari sekolah. Mereka bisa jadi orang-orang yang secara formal tidak mencapai jenjang pendidikan yang tertinggi, tapi ilmu mereka mumpuni dan disegani. Sepanjang sejarah, orang-orang seperti itu pernah dan akan terus ada. Para budayawan kita seperti Ajib Rosidi dan Goenawan Mohamad adalah contohnya. Ajib Rosidi, yang secara formal tidak tamat sekolah menengah, diakui sangat mumpuni di bidang yang ditekuninya, bahkan didaulat untuk mengajar di universitas di Jepang dan mendapat gelar doktor honoris causa dari Universitas Padjadjaran atas kerja-kerja keilmuannya. Goenawan Mohamad, yang secara formal tidak tamat sarjana, juga sangat diakui karya-karya dan kepakarannya, bahkan pernah diundang sebagai dosen tamu di Universitas Harvard.

Jadilah orang-orang seperti mereka. Orang-orang yang di dalam dirinya ada api yang tak pernah padam — semangat, hasrat, gairah, ketekunan, keuletan, dan keriaan — dalam menelusuri relung-relung keilmuan. Janganlah pernah terkungkung oleh sekolah. Sekolah itu kecil dan hanya bisa memberikan sedikit. Raihlah lebih banyak dari itu. Tumbuhlah lebih besar dari sekolah apapun yang yang kalian masuki. Jadilah lebih besar dari sekolah.

4 pemikiran pada “Lebih Besar dari Sekolah

Thank you for reading. I'd love to hear from you.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s