Pagi


Aku ingin pagi ini selamanya. Tak beranjak lagi. Tak pergi lagi. Pagi tuk selamanya. Karena siang terasa terik, gerah, dan membuatku gelisah. Karena senja terasa pengap dihimpit kegelapan yang semakin pekat dan membuatku merasa ditinggalkan. Sendiri. Sunyi.

Tapi mampukah aku menghentikan waktu? Menghentikan matahari? Sedang untuk meraihnya pun aku tak sanggup? Ia terlalu jauh. Terlalu panas.

Aku cuma seekor burung yang telah patah sayapnya. Tak mampu lagi ku terbang. Hanya hinggap di dahan ini, menunggu matahariku, menunggu pagiku, meratapi siang, dan mengutuki malam dan kegelapan.

Thank you for reading. I'd love to hear from you.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s