Buku Harian


Buku harian adalah kotak ajaib. Ia seperti lorong waktu yang menuntunmu bertemu dan berhadap-hadapan dengan dirimu sendiri, dengan sisi-sisi terang gelapmu yang sering tak kau sadari. Ia mimpi yang bukan mimpi, kenyataan yang bukan kenyataan. Ia ada di antara. Ia seperti halimun yang tak tersentuh, tapi ada dan dapat kau rasakan. Ia hadir dan membuatmu merasa hadir, ada.

Halaman-halaman itu dulu pernah kosong, tak berwarna, seperti hidupmu juga. Lalu kata-kata mulai menyelinap — lewat matamu, lewat hidungmu, lewat telingamu — memenuhi ruang hati dan kepalamu. Lalu menetes satu-satu lewat jari-jarimu, memenuhi halaman-halaman itu: hitam, merah, biru. Tak kan pernah lagi kosong tak berwarna, seperti juga hidupmu.

Boleh saja kau menutup halaman-halaman itu hari ini, dan menyimpannya di lemari pengap berdebu. Tapi mereka akan selalu ada — menjadi mimpi yang bukan mimpi, kenyataan yang bukan kenyataan. Mereka hanya ada, karena kaulah yang membuat mereka ada dan karena merekalah yang membuatmu ada.

Satu pemikiran pada “Buku Harian

  1. Sebaiknya kalau kisah yang menyedihkan tidak usah ditulis dalam buku harian karna nanti kalau dibaca kembali hati bisa tersayat lagi,,, bukan begitu pak?

Thank you for reading. I'd love to hear from you.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s