Sempurna Dan Kesempurnaan


Sempurna. Kesempurnaan. Kita begitu memuja kedua kata ini. Menjadikannya tujuan, impian. Kita ingin hidup ini sempurna: pasangan hidup yang sempurna, keluarga yang sempurna, karir yang sempurna, kebahagiaan yang sempurna.

Betapa paradoksnya!

Sempurna, kesempurnaan, adalah kematian. It’s an end. THE END. There is nothing beyond perfection.

Hidup adalah ketidaksempurnaan. Ketidaksempurnaan adalah hidup. Dalam ketidaksempurnaan hidup terus bergulir — mengalir, mencari, berubah, mereka ulang bentuk, menata ulang fungsi. Ketidaksempurnaan adalah tenaga yang menggerakkan hidup. Satu-satunya hal yang membuat hidup menjadi hidup.

Seperti hidup, ketidaksempurnaan selalu bergerak. Dinamis. Tak tergenggam, liar. Hanya kematianlah yang mampu menghentikannya, membekukannya dalam diam. Sempurna. Tak lagi bergulir. Tak lagi mengalir. Tak perlu lagi mencari dan berubah. Tak perlu lagi mereka ulang bentuk dan menata ulang fungsi.

Sempurna. Kesempurnaan. Aku tak mengharapkan itu semua — karena aku masih hidup. Dan karena aku sadar, hidup adalah ketaksempurnaan.

Eki Akhwan,
17 Juli 2012

Thank you for reading. I'd love to hear from you.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s