Jangan Makan Di Dapur


Bagaimana pendapatmu tentang ini:

Kamu datang ke sebuah restoran dan memesan makanan. Lalu, saat menunggu pesananmu, meja-meja di sebelahmu — yang tampak kotor karena baru saja ditinggalkan oleh pengunjung sebelumnya — dibersihkan oleh pegawai-pegawai restoran itu.

Sepintas tampak wajar. Tak ada yang aneh.

Tapi tunggu!

Di restoran ini para pelayan tidak hanya membersihkan meja dari sisa makanan dan minuman yang ditinggalkan oleh pengunjung. Mereka juga memakan dan meminum apa yang masih tersisa. Tidak di belakang, tapi di depan mata saya: pengunjung yang sedang menunggu pesanannya!

Sambil mengelap meja, seorang pelayan laki-laki dengan tanpa beban melahap lalapan yang masih cukup banyak tersisa di piring-piring yang baru saja ditinggalkan oleh pengunjung itu. Lalu seorang ibu dan seorang anak perempuan — yang dari lagak dan cara berpakaiannya tampaknya masih keluarga pemilik — dengan santai melakukan hal yang sama. Bukan cuma lalapan, tapi juga kelapa muda dan sisa-sisa lauk pauk dan minuman yang jadi sasarannya. Mereka dengan tanpa rikuh atau jijik meminum air dan mengorek sisa-sisa daging kelapa muda yang baru saja ditinggalkan pengunjung. Si ibu tadi bahkan dengan girang memanggil yang lain untuk ikut. Lalu, tanpa sungkan-sungkan pula dia terlihat meraih gelas es teh manis bekas pengunjung yang masih tersisa setengahnya dan meminumnya.

Ini sungguh pengalaman luar biasa buat saya. Terjadi beberapa hari yang lalu. Di Lemah Abang, kawasan Cikarang Baru, Bekasi, tempat saya sementara tinggal beberapa minggu ini karena urusan pekerjaan.

Nama restoran itu Lesehan dan Prasmanan Dapur J….. (Sengaja inisial dan titik-titik saja supaya tidak dianggap sebagai pencemaran nama baik.)

Saya tidak tahu apakah ini budaya masyarakat setempat dalam soal makan dan makanan. Tapi memakan sisa makanan orang lain, dilakukan oleh pemilik dan pegawai restoran di depan pengunjungnya, sungguh tak terpikirkan oleh saya.

Tata bangunan restoran ini sebenarnya bagus. Pengunjungnya juga terlihat cukup ramai (yang bisa jadi tanda bahwa tempat itu menyajikan makanan yang enak), paling tidak waktu itu. Itulah yang semula mendorong saya untuk masuk dan mencoba masakannya. Tapi setelah melihat perilaku pegawai dan pemiliknya, saya jadi tak berselera. Saya ragu pada higienenya, kebersihannya. Dan benar saja, bagian dapurnya sungguh tak bersih. Saya melihatnya ketika saya hendak cuci tangan di wastafel, yang juga tampak kumuh.

Tapi apa boleh buat. Saya sudah telanjur memesan makanan.

Satu pemikiran pada “Jangan Makan Di Dapur

Thank you for reading. I'd love to hear from you.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s