Tersesat


Akan kukatakan padamu siapa diriku:
aku belum tahu — sungguh belum tahu!

Telah kuhapus jejak-jejak kaki
ketika ku berlari
dari kejaran hari;
lalu ku tersesat
pada kesenangan sesaat.

Bersedekap dalam gelap,
kini ku berharap mukjizat.

Hidup ternyata cepat.
Hari yang kuhindari telah merapat
dan aku masih tersesat.
Mengendap-endap,
terengap-engap, dalam gelap yang mendekap.

Mukjizat, mukjizat, mukjizat!
Kucari di langit yang senyap, rapat.

Telah tertutupkah pintu,
yang kuseru, kualu?
Pada bulan yang satu,
pada matahari yang satu,
pada langit dan bumi yang satu.

Aku dan diriku,
yang aku tak tahu.

________________________
Eki Akhwan,
12 November 2012

Thank you for reading. I'd love to hear from you.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s