Kacung Buntung


Apakah kau rela tetap di sini? Dan menjadi kacung
bertangan buntung,
yang mengais kutu dari bulu si lutung?

Tidak.
Aku hanya budak.
Mana mungkin aku berontak?

Kacung! Buntung!
Apalah kau?
Kacung buntung!

Sarbalung!
Kacung buntung, ku tetap untung —
Tak seperti kau, terkatung-katung!

Terkatung-katung?
Aku mengarung,
bersama burung!

Langit, langit, langit!
Aku menggapai langit!
Kau? Terjepit!

Sungguhkah?
Aku telah kehilangan arah?
Gairah?

Kacung buntung!
Kau malah jadi bingung,
tak dung, tak dung …

Ayolah, mengarung
bersama aku dan burung!
Jangaaan menggantung!

Tak tuk, tak tuk, tak tuk,
tak tuk, tak tuk, tak tuk,
tak tuk, tak tuk, tak tuk …

______________________
Eki Akhwan,
13 November 2012

Thank you for reading. I'd love to hear from you.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s