Bahagia di Pintu Langit


Beri aku berita bahagia dari langit
yang tiada berbelit-belit.
Bukakan pintu-pintu, biar sedikit
agar aku tak terhimpit.

Aku yang tengadah
tangan menadah
dalam kesah yang pasrah
menunggu tanda rahmah.

Kenapa Kau menggantungku
dalam beku
yang terasa linu,
berliku?

Dosakah penutup pintu-Mu?
Tobatku dalam laku,
tak cukupkah itu
mengetuk pintu?

______________
Eki Akhwan,
14 November 2012

Satu pemikiran pada “Bahagia di Pintu Langit

  1. Puisi yang jujur. Bagus, Pak. Puisi demikian tampak sederhana, tetapi dalam praktiknya sukar luar biasa. Hal inilah yang barangkali sering luput dari penyair-penyair.🙂

Thank you for reading. I'd love to hear from you.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s