Prestasi Blogging


Saya mengenal blogging kira-kira akhir tahun 2007. Dari acara radio. Saya lupa radio apa, dan apa acaranya. Acara itu menginspirasi saya untuk segera membuka akun blog, dan mulai mengisinya.

Jenis dan isi blog saya banyak. Berubah-ubah. Ada puluhan blog yang pernah saya buat. Coba-coba. Saya banyak belajar dari proses coba-coba itu. Juga dari puluhan buku saya beli dan baca.

Sekarang — lima tahun sejak saya memulainya — saya merasa sudah lebih matang. Beberapa blog saya tutup dan hapus. Ada juga yang saya biarkan mangkrak. Hanya empat yang masih saya pelihara dengan cukup tekun: tiga blog fotografi, dan ini — blog pribadi saya, blog serbaada, di mana saya bisa menulis apapun yang saya mau, dengan gaya apapun yang saya suka. Blog ini saya anggap sebagai publishing house pribadi; media tempat saya menyuarakan segala hal yang mencerminkan pribadi saya — barangkali tak ubahnya seperti corong public relations tentang apa dan siapa saya.

Bagi saya, blog juga tempat berlatih. Saya suka fotografi dan menulis. Lewat blog, saya memublikasikan karya-karya fotografi saya, menguji apakah karya-karya itu berterima atau bisa diapresiasi oleh orang lain, terutama oleh orang-orang yang seminat. Lewat blog saya juga memompa keluar kemampuan menulis saya. Menulis untuk audiens yang terbayangkan membuat saya mencoba mengeksplorasi dan mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik saya. Ada upaya yang membuat saya tak berhenti, tak puas diri.

Karya blog — yang berada di ranah publik — membantu saya menemukan teman-teman yang seminat dan membangun jaringan dan pertemanan berdasarkan kesamaan minat itu. Saya memperoleh banyak teman, dekat dan jauh. Saya mendapatkan pengakuan dan menemukan ukuran bagi kemampuan-kemampuan yang saya miliki.

Selain itu, blog juga mendatangkan manfaat-manfaat lain:

Uang. Tak banyak, tapi ada. Saya pernah bermimpi menjadikan blog sebagai sumber penghasilan, dari iklan. Tapi ternyata tak semudah itu. Orang harus betul-betul serius dan profesional, dedicated, untuk bisa menangguk uang-uang besar dari kegiatan blogging. Tidak seperti janji-janji manis yang sering ditulis dalam buku-buku tentang blogging. Untuk para pehobi, seperti saya, barangkali hanya tersedia recehan yang untuk membayar biaya langganan internet pun tak cukup.

Lagipula, iklan yang mendatangkan uang-uang besar seringkali mengendalikan kita. Kita hanya bisa menulis dan memposkan hal-hal yang dimaui iklan itu. Tak salah. Dan bukan tak mampu. Saya bisa saja melakukan itu. Tapi itu membuat saya seperti buruh saja. Atau, mesin. Dan tuan atau operator saya adalah tangan-tangan tak tampak yang ada di luar sana. Saya ingin tetap bebas, tetap jadi manusia. Saya ingin iklan-iklan itulah yang bekerja untuk saya, bukan saya untuk mereka. Begitulan blogger idealis dengan penghasilan minimalis.

Tapi semesta ini adil. Saya percaya, karena Tuhan yang menciptakannya Mahaadil. Kita hanya perlu berkarya. Sebaik-baiknya. Semesta akan bekerja sesuai perintah-Nya.

Uang yang saya dapatkan langsung dari blogging memang tidak banyak. Tapi penghargaan-penghargaan lain, yang akhirnya juga mendatangkan uang, datang juga. Dengan sendirinya. Namun uang bukanlah segala-galanya. Ada hal-hal lain yang jauh lebih penting yang mendefinisikan prestasi. Salah satunya adalah pengakuan.

Tahun 2011, dua kali saya disambangi oleh dua stasiun televisi internasional: BBC (British Broadcasting Corporation), dari Inggris, dan CNA (Channel News Asia), yang bermarkas di Singapura.

BBC ingin membuat film dokumenter tentang Bandung untuk program One Square Mile-nya. Saya dikontak oleh produsernya (sekitar Mei 2011) untuk diwawancara serta membantu pembuatan film itu. Mereka memilih saya karena blog saya Bandung Daily Photo dianggap informatif dan memiliki konten yang cukup representatif mengenai beragam askpek kehidupan di kota Bandung.

Dengan alasan yang sama, sekitar bulan November tahun itu, CNA mengontak saya untuk pembuatan film dokumenter televisi bertajuk Boomtown Asia, sebuah dokumentasi tentang enam kota terpilih di Asia yang dianggap sangat cepat perkembangan ekonominya.

Saya belajar banyak dari keterlibatan saya dalam pembuatan dua dokumenter televisi itu. Diberi honor juga. Tidak banyak. Tapi kesempatan untuk untuk berpartisipasi dalam pembuatan film dokumenter tingkat dunia dan menjadi salah satu tokoh yang ditayangkan di dalamnya adalah kesempatan yang tidak dimiliki oleh banyak orang. Dan itu prestasi atau berkah blogging yang, bagi saya, tak ternilai harganya.

Selain kedua prestasi itu, saya juga pernah diundang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman photo blogging saya di program Afternoon Tea-nya Selasar Sunaryo Art Gallery. Di acara bulanan itu, saya diminta untuk menjadi narasumber tentang subjektivitas dokumentasi kota dari sudut pandang fotografi.

Tahun 2012 ini, giliran blog pribadi saya yang mendapatkan penghargaan, terpilih menjadi blog terbaik (juara pertama) dosen di Universitas Pendidikan Indonesia. Penghargaan yang diberikan oleh Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) pada bulan Mei yang lalu itu tentu menjadi kebanggaan tersendiri untuk saya, karena diberikan oleh lembaga akademik untuk kategori yang di dalamnya terdapat orang-orang hebat.

Dibandingkan narablog-narablog hebat, prestasi saya mungkin tidak seberapa. Tapi saya bangga, karena penghargaan-penghargaan yang saya terima adalah pengakuan bahwa apa yang saya lakukan bermanfaat. Dan, dalam hidup saya, manfaat adalah tujuan. Saya tak ingin ada saya sama dengan tak adanya saya, karena saya yakin akan tugas yang diembankan Tuhan pada saya — pada seluruh umat manusia — sebagai khalifah: pengabdi Tuhan yang menjaga dan memperbaiki semesta.

Bagaimana denganmu?

6 pemikiran pada “Prestasi Blogging

  1. Salam kenal mas Eki, kalau boleh tau, apa latar belakang terpilihnya Bandung menjadi salah satu kota kreatif di Asia oleh CNA, dan apakah boleh di-share? Saya berusaha mencari info tersebut tapi belum berhasil juga, hanya videonya saja yang saya dapatkan. Apa mungkin ada info tulisan mengenai ini juga? Terima kasih sebelumnya.

    1. Pipit: Saya tidak tahu kriteria pastinya. Sebelum melakukan pembuatan film itu, mereka mestinya telah melakukan riset dan mendiskusikannya.

      Silakan dibagikan asal menyebut sumber dan pengarangnya.

      Salam kenal kembali. Mana blognya?

      1. Terima kasih atas balasannya, mas Eki. Untuk blog, maaf, saya masih belum pede untuk membuatnya … Nanti kalau suatu saat saya punya, saya kabari …😀

  2. bener banget mas, saya sangat setuju dengan Anda, saya nge-blog juga bertujuan untuk melatih gaya penulisan dan hasil fotografi saya. dan juga untuk menambah teman. buatku blog adalah sebagai tempat mensharingkan apa yang aku ketahui, apa yang aku lihat dan apa yang telah aku kerjakan.
    Walaupun tulisan sampean ini panjang tapi saya gak bosan membacanya
    Like it🙂

Thank you for reading. I'd love to hear from you.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s