Tentang Membaca


Saya tidak mengerti kalau ada orang yang membaca seperti orang yang sedang mencoba memasukkan batu ke dalam botol.

Membaca, kawanku, bukan cuma memasukkan informasi ke dalam otakmu. Membaca adalah sebuah percakapan antara kau dan apa yang kau baca. Jadi, bukan teks saja yang berbicara kepadamu, lalu kau seperti rumah kosong tak berpintu, yang membiarkan angin dan tamu masuk, dan berharap mereka akan betah di dalamnya.

Kau kira tamu akan betah tinggal di rumah kosong tak berpintu?

Mereka akan resah dan kesepian karena tak ada kehangatan di sana. Jadilah tuan rumah yang baik bagi tamu-tamumu. Buku dan halaman-halaman bercetak kata itu adalah tamu. Sambutlah mereka dengan kehangatan yang ramah. Suguhkan segala yang terbaik yang kau punya. Ajaklah mereka berbicara. Percakapan akan membuat mereka betah tinggal berlama-lama, dan menjadi sahabatmu.

Membaca adalah sebuah percakapan, kawanku.

Betul, kata-kata tercetak itu berbicara kepadamu; berlompatan dari tempatnya, dan mengajakmu ke mana mereka mau. Tapi jika kau diam seribu bahasa dan hanya mendengar saja, mereka akan merasa tak berarti. Kehadiran mereka tak bermakna, dan mereka akan pergi — ingkah dan tak kembali.

Lalu apa artinya membaca kalau tak satupun tersisa? Kalau tak mampu menjadikanmu lebih bijaksana dan manusia?

Eki Akhwan

24 November 2012

Thank you for reading. I'd love to hear from you.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s