Sumbatan Penulis


Menulis itu sulit, saya pernah bilang.

Dalam tulisan itu, saya berargumen: kalau menulis itu mudah, pastilah banyak orang yang bisa menjadi penulis. Kenyataanya tidak seperti itu, bukan? Lagipula, kalau menulis itu pekerjaan gampang, penulis tidak akan jadi profesi yang terhormat. Tak ada muruahnya.

Saya tunjukkan bahwa kata dan tanda baca, di tangan Penulis (dengan P besar, bukan sekedar juru tulis, penulis dengan p kecil), bisa menjadi ramuan yang mampu ‘menyihir’ pembaca. Mereka mampu menjelmakan gagasan dalam wujud yang memesona dan berdaya. Kata-kata dan tanda-tanda baca itu seolah-olah raga — yang hidup, berbicara, berlari, menari seirama dengan roh (kreativitas, gagasan) yang ditiupkan oleh penulis. Penulis adalah empu. Dan hanya empu yang mampu melakukan itu.

Dengan argumen itu, saya tetap kukuh pada pendirian bahwa menulis itu sulit. Saya tak akan urung.

Tak semua orang bisa menjadi penulis, meskipun semua orang — jika diajari — bisa menulis. Ini, saya kira, sama dengan pernyataan bahwa semua orang pada dasarnya bisa bermain musik, jika diajari; namun, tidak semua orang bisa menjadi pemusik. Ada hal-hal subtil yang membedakan kemampuan menulis dengan Penulis, kemampuan bermain musik dengan Pemusik. Penulis tentu bisa menulis, namun tidak semua orang yang mampu menulis bisa menjadi penulis. Demikian juga dengan pemusik dan kemampuan bermain musik.

Maafkan saya atas tautologi di atas.

Dalam keadaan-keadaan tertentu, seorang Penulis bisa jatuh menjadi hanya seorang juru tulis. Kemampuan menulisnya — secara teknis — masih ada. Tapi tulisannya tak hidup. Rohnya tak mampu menyusup ke dalam raga tulisan yang dihasilkannya. Kata-katanya beku, kaku; tak mampu lagi berlari dan menari; tak ada tenaga untuk mengusik dan menggerakkan pembacanya.

Bila itu terjadi, mereka menyebutnya writer’s block. Ada yang menyumbat. Ada yang tersumbat. Saluran yang menghubungkan jiwa dengan kepala dan tanggannya terhalang.

Konon itu bisa terjadi karena inspirasi tak ada. Konon pula ia menjelma karena si penulis tak yakin — gamang. Ia terganggu oleh bisikan-bisikan dari dalam dirinya sendiri, bahwa dia belum siap, tak siap, merasa tak mampu untuk menjadi saluran bagi energi sang inspirasi. Kadang pikirannya teralihkan oleh keinginan-keinginan lain, keharusan-keharusan lain. Atau, apa yang telah mulai ditulisnya tiba-tiba terasa terlalu berat dan di luar kesanggupannya. Atau, dia dipaksa menulis tentang apa atau dengan cara dan gaya yang dia tak suka, atau dikejar tenggat yang terlalu ketat.

Keadaan pribadi juga dapat sangat berpengaruh: depresi, keadaan keluarga dan keuangan yang amburadul dapat menyumbat energi kepenulisannya.

Penulis adalah juga manusia. Karya besar yang suatu ketika pernah dihasilkannya boleh  jadi justru bisa menjadi beban ketika ia merasa diwajibkan (berkewajiban) untuk menghasilkan karya yang setara atau lebih baik dari karya besar yang pernah dihasilkannya. Konon begitu.

Otak penulis adalah otak manusia juga. Dalam keadaan tertekan, ia bisa mencelat. Bagian otaknya yang biasa mengalirkan kreativitas menjadi berkabut dan tak jernih lagi. Konon begitu.

Aku juga mengalami hal-hal itu. Pernah, meskipun aku belum dapat menganggap diriku Penulis, baru juru tulis.

Menulis (menjadi Penulis dengan P besar) memang bukan pekerjaan mudah. Tapi bukan berarti kita tak boleh menulis, bukan? Kalau tak mampu menjadi Penulis, paling tidak kita bisa menjadi juru tulis. Kalau kita tak bisa menjadi Pemusik, paling tidak kita bisa bermain musik dan menghibur diri sendiri.

Tak perlulah kita terlalu hirau pada orang. Suka atau tidak suka bukan urusan mereka ketika kita sedang berusaha menghibur diri sendiri.

Tetaplah menulis!

Thank you for reading. I'd love to hear from you.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s