Kehilangan Blackberry


Jumat lalu, 4 Januari 2013, saya kehilangan Blackberry saya.

Innalillahiwainnailaihi raaji’un. Semua berasal dari Allah, dan kepada-Nya juga semua akan kembali. Saya sadar sepenuhnya itu. Tapi, seperti kebanyakan manusia-manusia lain, tetap saja sesak dada ini ketika kejadian itu terjadi.

Barangkali memang baru sebegitu tingkat keimanan saya. Sadar bahwa semua yang saya miliki adalah titipan Sang Pemilik, fasilitas yang diberikan agar saya dapat menjalankan tugas-tugas yang diberikan-Nya di dunia ini dengan baik. Namun, ketika salah satu fasilitas itu dicabut, saya masih saja merasakan sakit. Kecewa.

Untunglah kekecewaan itu tidak berlangsung lama. Keseimbangan segera pulih. Toh tanpa fasilitas itu, saya masih dipinjami fasilitas-fasilitas lain yang cukup banyak. Dan saya masih bisa menjalankan tugas-tugas saya dengan cukup baik.

Saya berusaha tetap berbaik sangka bersangka baik. Barangkali Tuhan mencabut fasilitas ini karena fasilitas ini tidak betul-betul saya perlukan. Barangkali juga Tuhan berencana untuk memberi saya fasilitas yang lebih baik. Saya tahu Tuhan Mahabaik dan tak pernah menganiaya hamba-Nya.

Barangkali Tuhan sedang menguji saya juga karena Dia sedang mempersiapkan kenaikan pangkat saya. Kalau saya ikhlas — lulus ujian ini — saya akan naik kelas.

Tuhan memang tidak pernah berbicara langsung dengan kita. Kita hanya bisa mendunga-duga dan membaca tanda-tanda yang diberikan-Nya. Dan kita diperintahkan untuk selalu berbaik sangka. Berbaik sangka kepada Tuhan adalah bagian esensial dari keimanan kita. Aku selalu ingat hadist ini, dan kukutip lagi:

“Aku sesuai dengan prasangka hambaku kepadaKu. Jika ia berprasangka baik maka baginya kebaikan. Dan jika ia berprasangka buruk, maka baginyalah keburukan.”

________________________

Fitur PIN dan Blackberry Protect tidak foolproof

Sebenarnya kehilangan gajet (gadget) ini bukan kali yang pertama. Saya pernah mengalaminya sebelumnya. Beberapa kali. Tapi ini kali pertama (dan mudah-mudahan tidak akan terulang lagi) saya kehilangan ponsel cerdas.

Kalau kalian kebetulan pemakai Blackberry (BB), kalian pasti tahu bahwa ponsel cerdas ini dilengkapi dengan fitur-fitur keamanan yang sebenarnya cukup memadai. Selain kunci yang dilengkapi dengan kata sandi yang sudah menjadi fitur standar pada semua ponsel, setiap pesawat BB juga punya identitas unik berupa nomor PIN yang, konon, bisa membantu pemilik melacak keberadaannya, karena PIN inilah yang dipakai oleh pesawat untuk mengakses server Blackberry. Di dalam pesawat ini, kartu ponsel (SIM card) hanya berfungsi sebagai penghubung ke jaringan nirkabel.

Selain fitur itu, produsen BB juga menyediakan fasilitas pendaftaran yang bisa membuat si pemilik mengklaim secara eksklusif bahwa pesawat dengan nomor PIN tertentu adalah miliknya. Dengan pendaftaran itu, pemilik juga mendapatkan fasilitas perlindungan yang disebut Blackberry Protect. Fasilits ini memungkinkan pemilik menghubungi, melacak lokasi, mengirim pesan, mengunci dan menghapus data pada pesawat jika terjadi kehilangan.

Karena fitur-fitur keamanan yang berlapis itu, saya sempat optimis bahwa saya akan dapat melacak keberadaan BB saya, menghubungi dan mengirim pesan kepadanya, mengunci, bahkan menghapus data-daa yang ada di dalamnya jika perlu, sehingga siapapun yang menguasai BB itu tidak bisa memakainya.

Ternyata saya keliru!

Hanya dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam, tampaknya pesawat itu telah berhasil dibobol dan dioperasikan oleh orang lain. Beberapa kontak BBM saya yang saya minta menghubungi pesawat itu menyatakan nomornya telah dihabus dari daftar kontak dan tidak bisa menghubunginya. Seorang teman yang mem-ping sempat mendapatkan jawaban, tapi kemudian tak dapat menghubunginya lagi karena kontaknya di BB saya yang hilang itu telah dihapus.

Upaya saya untuk melacak, menghubungi, mengirim pesan, dan menghapus data lewat situs Blackberry Protect juga tak berhasil. Pesawat tak berhasil dideteksi keberadaannya. Padahal, kalau melihat bahwa teman saya berhasil mem-ping pesawat itu, pesawat itu mestinya dalam keaadaan hidup dan seharusnya bisa terlacak dan dikendalikan melalui Blackberry Protect.

Bagi saya, ini menunjukkan bahwa fitur-fitur keamanan BB tidak foolproof. Fitur-fitur itu ternyata cukup mudah dibobol hingga tak bisa dideteksi oleh Blackberry Protect.

Begitulah pengalaman saya.

3 pemikiran pada “Kehilangan Blackberry

    1. Wah, mantap sekali nasehatnya, Mas. Pas betul.

      Iya, sesuatu kalau sudah menjadi milik hati pasti sakit kalau diambil. Itulah yang mungkin saya rasakan kemarin-kemarin.

      Terima kasih sudah mampir dan berkomentar dan atas nasehatnya.

Thank you for reading. I'd love to hear from you.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s