Esai


Kebanyakan tulislan saya di blog ini berkategori esai. Namun apa itu esai, saya belum pernah menjelaskannya. Saya menganggapnya jelas dengan sendirinya, karena kata itu begitu umum dipakai, terutama di kalangan akademis dan orang-orang yang terlibat di dunia literasi.

Namun dugaan saya keliru. Beberapa waktu yang lalu, ada seorang pembaca blog ini yang menulis ratron kepada saya menanyakan kenapa tulisan-tulisan tertentu saya dikategorikan sebagai esai dan meminta penjelasan mengenai batasan-batasan esai.

Tulisan ini saya buat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.

Makna Harfiah

Apa itu esai?

Secara harfiah, kata ‘esai’ hanya didefinisikan secara ringkas seperti ini dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI):

esai /ésai/ n karangan prosa yg membahas suatu masalah secara sepintas lalu dr sudut pandang pribadi penulisnya

Pengertian serupa juga ditunjukkan oleh paling tidak dua kamus Bahasa Inggris yang saya rujuk:

Definition of essay

noun

Pronunciation: /ˈɛseɪ/

1a short piece of writing on a particular subject.

~ Oxford English Dictionary

Definition of ESSAY

a : an analytic or interpretative literary composition usually dealing with its subject from a limited or personal point of view

b : something resembling such a composition

~ Merriam-Webster Dictionary

Dari rujukan-rujukan itu, dapat disimpulkan bahwa esai — secara harfiah — adalah:

  • jenis tulisan atau karangan berbentuk prosa, meskipun dalam perkembangannya ia dapat juga diterapkan untuk menamai hal-hal yang menyerupainya, seperti yang dipakai dalam frasa ‘puisi esai’ (atau ‘esai puisi’?), esai fotografi, dan sebagainya;
  • tulisan atau karangan itu bersifat sepintas lalu, dalam arti tidak terlalu panjang, dan membahas sesuatu masalah (subjek) dari sudut pandang pribadi penulisnya;
  • tulisan atau karangan itu hampir selalu bersifat interpretatif (menafsirkan) — karena ia ditulis dari sudut pandang pribadi penulisnya;
  • tulisan atau karangan itu biasanya bersifat analitis, dalam arti disusun dengan kerangka pemikiran yang jelas dan logika yang jernih.

Etimologi

Essay WritingSecara etimologis, kata ‘esai’ sendiri dapat ditelusuri asal-usulnya dari kata Latin ”exagium’ —> ‘exigere’ yang berarti memeriksa, menimbang, menguji, atau (secara harfiah) mengeluarkan.  Kata itu menjadi kosakata Inggris sekitar abad ke-14 melalui kosakata Perancis ‘essai’ (kb) yang berarti mencoba.

Dari asal-usulnya itu, dapat kiranya diteguhkan bahwa esai adalah jenis tulisan atau karangan yang tujuannya adalah untuk menguji kesahihan sebuah gagasan. Esai dapat diumpamakan sebagai sebuah percakapan atau perdebatan yang membincangkan sebuah gagasan, isu, masalah, atau hasil penelitian.

Untuk menguji gagasannya (atau pendapatnya mengenai suatu masalah), seorang penulis esai (esais), bisa menggunakan berbagai pendekatan. Pendekatan-pendekatan inilah yang menentukan bentuk dan gaya esai.

Bentuk dan Gaya Penulisan Esai

Secara garis besar, bentuk dan gaya penulisan esai dapat digolongkan ke dalam empat kategori, yaitu:

  • Esai Ekspositoris
  • Esai Deskriptif
  • Esai Naratif, dan
  • Esai Argumentatif

Esai Eskpositoris

Esai ekspositoris adalah esai yang mencoba menjelaskan, mengulik, dan/atau menguji sebuah gagasan secara ringkas dan cermat melalui penyusunan argumen dan bukti sedemikian rupa sehingga gagasan itu dapat diterima atau terbukti kesahihannya.

Esai semacam ini biasanya terdiri dari tiga bagian utama, yaitu pendahuluan, pembuktian, dan simpulan. Bagian pendahuluan menjelaskan dengan ringkas apa gagasan, masalah, atau isu yang akan diperbincangkan. Pembuktian, sebagaimana namanya, mencoba mengulik bukti atau argumen yang dapat dikemukakan mengenai gagasan, masalah, atau isu itu. Bagian simpulan menutup esai itu dengan sintesis tentang apa yang didapatkan dari bukti-bukti dan argumen yang telah disusun di bagian pembuktian.

Meskipun tidak dapat dipisahkan dari dua bagian sebelumnya, simpulan adalah bagian terpenting dari esai ekspositoris, karena di sinilah pembaca mendapatkan kesan terakhir tentang gagasan yang dijelaskan, diulik, dan diuji.

Esai Deskriptif

Esai deskriptif adalah esai yang bertujuan untuk menggambarkan objek, orang, tempat, keadaan, pengalaman, renjana (emosi jiwa), dan sebagainya. Esai jenis ini umumnya memberi ruang gerak yang lebih luas kepada penulisnya untuk mengeksplorasi penggunaan bahasa sedemikian rupa sehingga pembaca mendapatkan gambaran yang hidup dan jelas mengenai hal-hal yang digambarkan.

Sama seperti bentuk-bentuk esai yang lain, esai deskriptif juga memerlukan disiplin cara berpikir. Kebebasan ruang gerak kebahasaan tidak berarti bahwa penulis bisa dengan sesuka hati meracau tanpa pola dan arah. Deskripsi yang baik juga harus mengikuti pola pikir yang logis dan beraturan sehingga pembaca memeroleh kesan yang utuh mengenai apa yang digambarkan.

Esai Naratif

Esai naratif adalah esai yang bertujuan untuk menceritakan atau bercerita tentang suatu peristiwa atau pengalaman. Esai naratif tidak harus faktual atau berdasarkan hasil penelitian karena ia adalah cerita dari sudut pandang penulisnya.

Penulisan peristiwa atau pengalaman dalam esai naratif agak berbeda dengan penulisan pengalaman yang dilakukan dalam esai deskriptif. Dalam esai deskriptif, pengalaman diceritakan sebagai sebuah ‘gambar’; dalam esai naratif, pengalaman diungkapkan sebagai sebuah cerita. Artinya, ia harus memerhatikan struktur teks naratif yang secara garis besar terdiri dari orientasi, konflik, dan resolusi atau penyelesaian. Ia juga harus memerhatikan elemen-elemen naratif, seperti tokoh dan penokohan, alur cerita (plot), setting, dan sebagainya.

Selain itu, cerita yang dibawakan dalam esai naratif juga harus mempunyai tujuan yang jelas. Esai naratif harus memiliki poin yang ingin disampaikan.

Kadang-kadang esai naratif juga bisa tidak berwujud sebagai sebuah cerita dalam arti konvensional seperti diungkapkan di atas, terutama jika fokusnya adalah memberikan informasi seperti dalam penulislan laporan buku atau resensi film. Isi buku atau buku yang dilaporkan tidak harus diceritakan dari awal sampai akhir secara berurut; cukup dengan mengangkat bagian-bagian yang menurut sudut pandang penulis menarik atau penting.

Sama seperti penulisan bentuk-bentuk esai lainnya, penulisan esai naratif juga memerlukan organisasi. Sudut pandang penulis, dalam hal ini, bisa menjadi penuntun jalan cerita yang membimbing pembaca menikmati dan menemukan hal-hal yang ingin dikemukakan di dalam cerita.

Esai Argumentatif

Esai argumentatif adalah esai yang bertujuan untuk mempertahankan sebuah posisi melalui penelitian, pengumpulan data, dan pengujian bukti.

Secara sepintas, esai argumentatif tampak mirip dengan esai ekspositoris yang mencoba menjelaskan, mengulik, atau menguji suatu gagasan. Namun jika diperhatikan dengan cermat, keduanya berbeda.

Esai ekspositoris hanya bertujuan untuk menjelaskan. Esai argumentatif tidak hanya menjelaskan, namun juga mempertahankan suatu posisi yang dipilih oleh penulis. Secara implisit, esai argumentatif ditulis untuk membela kesahihan suatu hal dengan menegasikan atau membuktikan kelemahan dari posisi-posisi lain.

Secara substantif, esai argumentatif umumnya memerlukan riset, pengumpulan, dan penyusunan bukti yang lebih luas dan dalam dibandingkan dengan esai ekspositoris.

Esai adalah alat yang penting dalam dunia pendidikan. Kemampuan seseorang menulis esai adalah salah satu bukti pemahaman, penguasaan, dan cara berpikir seseorang atas suatu subjek atau materi pelajaran. Oleh karena itu, esai sering dijadikan sebagai alat evaluasi pembelajaran. Dalam banyak hal, esai lebih unggul dibandingkan dengan alat-alat evaluasi lain yang hanya menguji pengetahuan kognitif .

Eki Akhwan,

19 Januari 2013

Illustration source: http://www.unm.edu/~tinan/writing/ged_essay_directions.htm

Satu pemikiran pada “Esai

Thank you for reading. I'd love to hear from you.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s