Ilmu Padi


Ilmu padi: semakin berisi, semakin merunduk.

Beban ilmu sungguh berat. Semakin banyak kita tahu, semakin sadar kita belum dan tak tahu. Maka tak ada alasan bagi para empu untuk jumawa tentang keempuannya.

Salah benar begitu mudah terlihat kalau kita hanya tahu dua warna: hitam yang betul-betul hitam, dan putih yang betul-betul putih. Namun ketika kita tahu bahwa di antara hitam dan putih ada berlaksa-laksa nuansa, benar salah menjadi perkara yang tak lagi berada di luar sana; ia melekat pada diri kita sendiri: siapa kita, apa yang kita lihat dan dengan kacamata yang bagaimana.

Maka para empu tak akan begitu mudah menghakimi, karena mereka tahu apa yang hitam barangkali cuma tampak hitam karena mereka sedang berada pada sisi yang gelap, cenderung dan suka melihat yang hitam, atau sedang mengenakan kacamata hitam.

Bagi orang-orang yang hanya mengenal dua warna — hitam dan putih, dunia adalah ruang-ruang bersekat: aku, dia, dan mereka; eksakta dan sastra; etika dan matematika; positif dan negatif; ada dan tiada. Mereka tak mampu melihat bahwa di antara dua ruang selalu ada tangga-tangga seperti berlaksa-laksa nuansa yang ada antara pekat hitam dan benderang putih. Apa yang tampak sebagai ruang-ruang bersekat sebenarnya adalah sesuatu yang mengalir saja — saling mengisi, mengulur dan menarik, saling menjadikan dan meniadakan dalam dinamika tak bertepi.

Maka yang tampak tak lagi menjadi terlalu penting, karena ia hanyalah gejala(-gejala) tentang diri kita sendiri: bagaimana kita sebagai subjek ‘mengundang’ mereka untuk tampak seperti yang tampak.

Maka padi, yang ketika bulir-bulirnya belum penuh dapat tegak dan ria bermain-main bersama angin, menjadi tunduk merunduk.

Thank you for reading. I'd love to hear from you.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s