Aku Zombi


Tak banyak yang tahu bahwa aku zombi.

Aku memang belum pernah mati, lalu dihidupkan lagi lewat kerja-kerja sihir –seperti zombi-zombi di Haiti. Aku menjadi zombi atas pilihanku sendiri, dengan caraku sendiri, dan pada waktu-waktu yang aku maui.

Aku zombi majasi yang sengaja menghilangkan kesadaran diri di waktu-waktu tertentu, terutama di pagi dan petang hari, di jalanan kota ini.

Tirai kesadaran itu sengaja aku tutup pada waktu-waktu itu dan di tempat-tempat itu untuk melindungi diriku sendiri agar tak hangus terbakar atau terlalu cepat mati oleh tempaan kebiadaban jalanan dan lalu-lintas yang harus aku lalui, ke dan dari tempat kerja; persis seperti aku menutup jendela mobilku yang gelap agar aku terlindung dari kebisingan dan hiruk pikuk yang menusuk-nusuk, dari pekatnya asap-asap pembunuh, dan dari sinar ultra-ungu yang pelan-pelan menanamkan benih-benih kerusakan pada tubuhku.

Dulu aku sempat mengira, akulah satu-satunya zombi. Tapi aku keliru. Ternyata banyak sekali jasad-jasad yang tampak hidup itu, dan kulihat di jalanan itu, juga zombi. Zombi dalam masyarakat zombi. Aku bukan kekecualian.

Semula aku tak begitu tahu asal-muasalnya. Kenapa orang-orang yang di rumah dan tempat kerjanya tampak sehat dan hidup, menjadi hanya setengah hidup, setengah hilang ingatan di jalanan. Hanya wangsit saja yang memberitahuku, bahwa suatu saat dulu para pemimpin negeri ini telah diguna-guna oleh kekuatan gelap mahadahsyat hingga mereka menjadi zombi. Mereka tampak hidup, tapi sebenarnya mereka adalah mayat-mayat yang dihidupkan oleh kekuatan gelap kerja-kerja sihir. Mereka tak punya kesadaran, gila, tak mampu berpikir, apalagi mempunyai nurani.

Dari kutukan di tempat-tempat tinggi itu, penyakit ini dimulai — menular, menyebar, mematikan segala kesadaran dan peradaban di tanah ini. Tanah ini seperti kuburan hidup, dihuni oleh para zombi. Hanya pada waktu-waktu tertentu saja, dan di tempat-tempat tertentu saja, sekilas kesadaran muncul. Selebihnya, mati! Atau, mati tapi hidup; hidup tapi mati.

Thank you for reading. I'd love to hear from you.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s