Genre: Puisi


Meskipun banyak di antara kita tahu bahwa kata ‘puisi’ dapat ditelusuri etimologinya dari kata Latin poiesis yang berarti membuat atau menciptakan, definisi puisi sebagai sebuah genre karya sastra belum bisa didudukkan dengan memuaskan.

Sampai saat ini kita hanya tahu bahwa puisi berkaitan erat dengan “lyric” (syair), yang secara etimologis asal-usulnya juga dapat ditelusuri dari kata Latin, yaitu lyra — sejenis alat musik seperti harpa; dan bahwa puisi secara umum dapat dibedakan dengan prosa karena ciri-ciri khasnya, yaitu ditulis dalam bentuk verse (syair), memiliki rima, dan meter.

Kaitan puisi dengan lirik — dan dengan alat musik lyra — mungkin bisa dijelaskan dari sejarahnya, terutama di benua Eropa. Konon, dahulu kala dan pada Zaman Abad Pertengahan, di Eropa para minstrel (penyair keliling) membawakan syair-syairnya  — yang berisi kisah-kisah tentang tempat-tempat yang pernah mereka singgahi, tokoh-tokoh dan peristiwa-peristiwa sejarah dan kisah-kisah imajiner lain — diiringi petikan harpa atau alat-alat musik lain. Dengan memahami asal-usul ini, kita tahu puisi adalah genre karya sastra yang memiliki dimensi ritmik-akustik (irama dan bunyi) sebagaimana halnya musik. Namun ini saja tentu tak cukup dijadikan dasar bagi pendefinisian puisi, karena puisi mempunyai dimensi-dimensi lain dalam perwujudannya, yaitu dimensi leksikal-tematik dan dimensi visual.

Ciri-ciri khas puisi — syair, rima, dan meter — yang dijadikan sebagai penengara yang membedakannya dari prosa juga tak dapat dijadikan dasar untuk mendefinisikan pengertian puisi karena ciri-ciri itu hanya berlaku bagi puisi-puisi tradisional. Puisi-puisi modern/non-tradisional, puisi bebas (free-verse), dan puisi prosa (prose poems) tak memenuhi kreteria itu.

Upaya lain untuk mendefinisikan puisi sebagai fenomena liris dari segi diksi, struktur sintaksis, dan bahasa figuratif yang dipakainya juga tak mencapai hasil yang memuaskan karena diksi, struktur sintaksis, dan bahasa figuratif yang dipakai dalam puisi juga dapat dipakai dalam genre-genre karya sastra lain seperti drama dan fiksi.

Karena hal-hal itulah, maka puisi sebagai genre karya sastra belum dapat didefinisikan secara memuaskan.

Puisi adalah salah satu genre karya sastra tertua yang dikenal oleh manusia. Asal-usulnya dapat ditelusuri dari  gurindam (riddles) dan mantra (charms) yang menjadi bagian penting dari praktik-praktik keagamaan, perdukunan, dan penyembuhan di masa lalu, baik di Barat maupun di Timur.

Jenis-jenis Puisi
Secara umum, puisi dapat dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu puisi naratif (narrative poetry) dan puisi liris (lyric poetry). Puisi naratif adalah puisi yang bercerita secara utuh: narator, tokoh, dan struktur plot di dalam puisi ini dapat dengan diiikuti dengan jelas. Puisi naratif bisa panjang — seperti epos (epik, wiracarita) — bisa juga pendek.Berlainan dengan puisi naratif, puisi liris umumnya pendek dan isinya umumnya hanya berkenaan dengan sebuah kejadian, gagasan, atau kesan tertentu.

Selain kategori-kategori besar tersebut, puisi tentu saja dapat digolongkan berdasarkan isi dan bentuknya. Dari khazanah sastra Barat, kita mengenal elegi (elegy) — syair yang berisi ratapan atau ungkapan dukacita, terutama bagi orang yang meninggal; ode — syair atau sajak yang berisi pujian bagi sesuatu atau seseorang yang diagungkan (seperti tanah air, pahlawan, peritiwa peperangan yang heroik); balada (ballad) — syair yang berisi cerita rakyat yang biasanya dinyanyikan; dan soneta (sonnet) — sajak empat belas baris yang memiliki struktur dan pola persajakan yang tertentu.

 

Thank you for reading. I'd love to hear from you.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s