Apakah Puisi Penting?


Apakah puisi itu penting?

Kebanyakan orang mungkin akan menjawab tidak. Tentu mereka tak bisa disalahkan. Ada banyak hal lain yang jauh lebih penting daripada berpuisi, membaca atau menulisnya. Bertahan hidup dan memperbaiki kualitas hidup menempati peringkat lebih tinggi daripada bersastra-sastra bagi kebanyakan orang. Bagi mereka, para pujangga hanyalah para pemimpi yang tak berpijak di bumi. Mungkin.

Biarpun demikian, tak dapat disangkal bahwa puisi dan berpuisi sudah menjadi bagian penting dari kehidupan manusia sejak manusia pandai berkata-kata. Di masa lalu, puisi dan berpuisi dipakai untuk memuja roh para leluhur dan dewa-dewi di kahyangan, mengundang mereka, dan memohon pertolongan mereka. Berpuisi adalah kegiatan sakral yang harus dilakukan agar alam — melalui roh-roh dan dewa-dewi yang menjaganya — sudi bersahabat dan menghindarkan malapetaka dari kehidupan mereka. Puisi dianggap medium yang mampu menyembuhkan berbagai penyakit, memelet, menyihir dan menghilangkan pelet dah sihir. Berpuisi adalah salah satu cara pertama yang dikenal manusia untuk menceritakan, menjaga, dan mewariskan segala nilai dan kearifan puak mereka. Tuhan pun berbicara kepada kita lewat syair-syair. Puisi adalah bahasa (yang dipilih) Tuhan.

Dan kini, ketika ingar-bingar telah menjadi bagian dari kehidupan kita, syair-syair yang dirangkai dalam lagu menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Puisi dan syair mungkin tak lagi sakral, tapi mereka tetap magis dan memiliki daya sihirnya sendiri. Syair dan lagu menjadi pengungkap dan pengusir gundah, penyembuh duka lara, pemelet dan penyihir massa dan medium yang menghubungkan mereka dengan dewa-dewi baru yang bernama konsumerisme, uang, ketenaran, dan pemberhalaan (idolatry).

Dan kalau itu semua belum cukup sebagai alasan untuk mengatakan bahwa puisi itu penting, mungkin alasan yang kukutip dari Marc Polonsky (1998) ini bisa menambah timbangannya:

“Puisi adalah bahasa imajinasi, dan imajinasi adalah kunci bagi kepuasan (fulfillment). Pengalaman hidup kita sebagian besar ditentukan oleh cara kita membayangkan dunia kita. Banyak sekali pengalaman kita yang dijembatani oleh kata-kata. Kata-kata dapat — dan seringkali — diramu sedemikian rupa untuk mengerdilkan imajinasi dan mengekang ruang geraknya melalui iklan, slogan-slogan politik, jargon, propaganda, dan sebagainya. Namun puisi justru menggunakan kata-kata untuk membuka pintu-pintu ke ruang batin, menyinari ruang-ruang imajinasi yang belum tersentuh atau yang telah terlupakan, untuk memegahkan kehidupan. Puisi menunjukkan jalan ke ruang-ruang imajinasi yang tak bertepi dan mengungkapkan dunia rasa dan dunia batin yang ajaib.” (Terjemahan saya)

Bagaimana menurutmu? Masihkan puisi tak penting?

2 pemikiran pada “Apakah Puisi Penting?

  1. tergantung meramunya bagaimana pak, apapun itu puisi atau bahkan roman jika diramu dengan kehidupan yang dinamis ini mungkin akan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat
    salam,
    chandra

Thank you for reading. I'd love to hear from you.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s