Keagungan Tuhan Yang Dipinjam


Keagungan Tuhan, Nabi, dan Islam — agama saya — bisa dipinjam oleh siapapun, bahkan oleh orang-orang yang kerdil jiwanya, sempit pikirannya; orang-orang dengan agenda mereka sendiri yang menganggap Tuhan sama kerdil dan piciknya dengan jiwa dan pikirannya.

Keagungan Tuhan, Nabi, dan Islam juga bisa dipinjam oleh orang-orang yang merasa agung diri, merdeka sepenuh-penuhnya, pintar sepintar-pintarnya, hingga mereka bisa berbuat seenak-enaknya dan lupa bahwa Tuhan, Nabi, dan Islam telah menetapkan batas-batas yang pantas bagi kemanusiaan agar mereka terjaga dan tak merusak diri dan semesta.

Ekstremitas, kanan dan kiri, dalam ranah Islam, kedua-duanya mengkhawatirkan saya. Saya yakin, Tuhan dan Nabi tak memaksudkan Islam seperti itu.    

Rahmatan lil alamin mestilah tak bodoh, sempit pikir, dan kerdil jiwa; namun ia juga tak membiarkan manusia bebas sebebas-bebasnya, karena merasa diri agung dan pintar. Tidak ada rahmat dalam kecongkakkan, apalagi rahmat bagi semesta. Kecongkakan adalah sifat Iblis yang merasa agung diri dan merasa tak pantas tunduk dan sujud pada siapapun, bahkan ketika Sang Pencipta sendiri yang memerintahkannya. Dalam kecongkakan ada kehancuran bagi semesta, karena kecongkakan menjadi sumber kesumat dan kutukan. Kecongkakan adalah lawan dari rahmat.

Thank you for reading. I'd love to hear from you.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s