Pemerasan Parkir di Istana Plaza


Kami ke Istana Plaza, Bandung, tadi. Sebenarnya saya malas ke mana-mana di hari-hari menjelang Idul Fitri seperti sekarang ini. Jalanan Bandung yang terkenal macet makin tak terkendali runyamnya di saat-saat seperti ini. Tapi apa boleh buat, saya terpaksa melakukannya juga demi mencari sedikit buah tangan untuk dibawa pulang kampung nanti.

Seperti sudah saya duga, jalanan macet di mana-mana. Seperti sudah saya duga juga, sulit mencari tempat parkir bahkan di dalam mal sekalipun. Dan ini yang membuat saya kecewa:

Saat hendak masuk ke ruang parkir di basement, saya sempat bertanya kepada petugas parkir di booth apakah masih ada tempat. Dia menjawab, “Saya tidak tahu, Pak. Silakan masuk saja.”

Saya kejar lagi, “Apakah tidak bisa dimonitor dari jumlah mobil yang sudah masuk dan dikoordinasikan dengan handy talky itu?”

Dia tidak menjawab lagi, hanya menyerahkan tiket parkir yang sudah tercetak dan dengan tangannya mempersilakan masuk.

Kami masuk. Benar juga, di dalam penuh sesak. Dan setelah berputar-putar di dua lantai, kami tak dapat menemukan tempat.

Kecewa dan kesal, saya keluar lagi. Di gerbang, kami ditagih untuk membayar. Saya bilang, di dalam tak ada tempat. Petugas bilang, tetap harus bayar, Pak.

Saya terpaksa membayarnya. Dengan kesal!

Ini bukan cuma soal uang dua ribu rupiah, tapi soal hak dan kenyamanan konsumen. Ini bisa dikategorikan penipuan dan pemerasan. Konsumen dipaksa membayar layanan yang dijual namun tidak diberikan.

Di mal-mal lain sistemnya lebih baik saya kira. Mereka bisa memonitor jumlah kendaraan yang masuk dan membandingkannya dengan kapasitas tempat yang tersedia, lalu bisa membuat pengumuman di depan bahwa tempat parkir penuh, sehingga konsumen tidak merasa tertipu.

Pengelola parkir di Istana Plaza memang sengaja melakukan penipuan, saya kira. Namun begitulah, hak-hak konsumen di negeri ini memang seringkali diabaikan dan dipecundangi tanpa ada tempat atau pihak yang bisa melindungi mereka.

_________
Catatan tambahan:
Catatan ini saya tambahkan hari ini, Rabu, 7 Agustus 2013, karena saya menerima beberapa komentar yang bernada keras seolah-olah saya telah menzalimi orang kecil (d.h. i. petugas parkir):

Pertama, dengan tulus dan terbuka saya minta maaf kepada petugas parkir yang telah menjadi sasaran kemarahan/ekspresi kekecewaan saya. Kemarahan/ekspresi kekecewaan itu secara esensi saya tujukan kepada manajemen parkir IP yang membiarkan hal itu terjadi.

Kedua, saya memberikan hak jawab sepenuhnya kepada manajemen IP untuk menanggapi dan mengklarifikasi keluhan saya ini. Semua jawaban akan saya publikasikan di sini seutuhnya.

14 pemikiran pada “Pemerasan Parkir di Istana Plaza

  1. Mohon maaf jika saya nimbrung tulisan disini karena saya sudah mencoba mencari info untuk boston parking ini tidak menemukan customer care atau data lengkap dari management penyedia jasa service ini
    Hari ini rabu, 30 Maret 2014
    Saya kehilangan sebuah helm
    Saya coba tanya ke penjaga atau pun petugas disana all hasil saya di bolak balik dilempar sana sini seolah dipermainkan
    Salah seorang petugas mencoba bercakap dengan saya dan meminta saya untuk mengikhlas kan helm tersebut dari situ saya jelas menanggapi dengan serius kejadian ini
    Bukan masalah helm nya, tapi tanggung jawab nya dimana ?
    Mohon untuk kedepannya ini diperbaiki atau bagi yang memiliki contact person kepada penyedia jasa ini baik e-mail profit perusahaan atau hal lain mengenai penyedia jasa ini mohon info nya
    “Belajar dari kesalahan akan lebih baik dari pada berdiam diri dalam kenistaan”

  2. Saya setuju sama gan Dani, di IP kalo perkir penuh emang ada tulisannya Maaf Parkir Penuh, pernah saya lagi di IP, pas digerbang masuk parkirnya ada plang menutupi folding gate parkirannya (post pengambilan tiket)dan plangnya bertuliskan Maaf Parkir Penuh, trs ada cici cici turun dari mobil dan pindahin tulisan itu, trs kata petugasnya “maaf bu penuh” kata cici nya “gapapa saya mau coba aja”, mgkin pas gan eky kesana udah dipindahin plangnya sama customer lain, hihihi, lagi pula gan kenapa complaintnya langsung di media, ga ke managementnya dulu, kan etikanya begitu, dateng dulu ke management nya untuk complaint, kalo tidak ditanggapi atau boro2 minta maaf dari mereka dan agan belum puas, bisa langsung di media (setau saya etikanya begitu lho), beri mereka kesempatan buat menyelidiki casenya dulu. Kalo esensi agan adalah bukan ketukang parkirnya, tapi maksudnya ke managementnya, kenapa juga pola pikirnya atau esensinya tdk di rubah, bahwa mgkin aja maksut dari mereka membiarkan agan atau customer masuk sementara parkiran penuh adalah “mencoba siapa tau ada yg keluar parkir” (positif thinking). Dan complaint lgsg ke management, membantu juga lho buat mereka supervisi di lapangan, yang namanya hal-hal melenceng di setiap perusahaan jasa yang dilakukan petugas tdk bertanggung jawab itu ada aja, tdk ada yang sempurna didunia ini gan. Parkir di Indonesia itu termasuk murah lho, di singapore itu 2-4 dollar perjam, di india 20.000 perjam di USA 4 dollar perjam, di indo udah 2000 perjam dpt service diparkirin plus di bantu keluar mallnya lagi. di LN mana ada dibantu parkir. hihihi. kita sudah biasa di service sekalinya tdk memuaskan betenya sampe bertahun-tahun. yuk belajar jd warga yang mandiri dan sabar. salam Idul Fitri,,,

  3. Izin komen gan… Menurut ane yg jadi masalah adalah kata PEMERASAN, mungkin agan lebih tahu arti kata tersebut yaitu : ‘meminta uang dan jenis lain dengan ancaman (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2002: 855).ini mungkin yg menyakiti hati Tukang parkir disana padahal mereka khususnya tukang parkir hanya bekerja menjalankan tugas (tetapi sy yakin maksud agan bukan kesana) ini hanya salah persepsi aja, tetapi kalau bener kejadiannya agan mendapat ancaman agan bisa lapor langsung ke atasan mereka hal ini untuk lebih efektif karena perusahaannya bisa lebih tepat sasaran dlm memberikan sanksi. Mudah”an perusahaan tsb tidak memberikan sanksi secara membabi buta ya… (Mengeluarkan karyawannya). Karena sy jg sering berkunjung ke sana saat week end 2 x sy ngak pernah bayar walau lebih dari 20 menit dan 17 menit (mungkin ada sesuatu hal yg membedakan agan dng kami, bisa jadi parkir penuh atau mungkin msh ada yg kosong). Semoga ini bisa menjadi berkah ya gan… Uang agan semoga tergantikan dng rezeki yg lebih dan kpd perusahaan parkir dan juga tukang parkir agar menjadi masukan yg berharga, semoga Allah melancarkan urusan kita semua… Makasih

    1. Terima kasih atas komentarnya yang simpatik, Gan. Benar, kata ‘pemerasan’ tidak tepat dalam konteks ini. Kata yang lebih tepat untuk menggambarkan keadaan dimana kita membayar sesuatu barang atau jasa yang gagal atau tidak diberikan oleh penjual atau penyedia jasa adalah ‘penipuan’. Tapi kata inipun cukup keras.

      Terima kasih, saya akan ganti judul tulisan ini.

      Saya sudah merelakan uang itu. Tapi saya tetap tidak bisa membiarkan pengusaha/perusahaan manapun melakukan praktik-praktik yang tidak bertanggung jawab dan merugikan konsumen.

  4. Fitnah itu… Yang jelas di pintu masuk ada tulisan Maaf parkir penuh trus dia masuk ngak nanya ke petugas, sdh lebih dari 15 menit dia keluar marah marah sama petugas. Tolong diusut kasian tukang parkir, pencemaran nama baik (tp pasti ngak ada yg belain tukang parkir, karena rakyat kecil)

    1. Saya kira pernyataan saya bahwa saya berbicara dengan petugas sebelum masuk bisa dibuktikan dengan rekaman CCTV kalau ada dan belum dihapus. Tidak ada fitnah. Kepada petugas parkir yang tersakiti karena kemarahan saya, saya minta maaf. Kemarahan itu saya tujukan pada manajemen parkir IP yang membiarkan itu terjadi.

  5. Wah ngak gitu gan… kalau saya ke IP kalau parkir sudah penuh itu selalu dipasang ditiap pintu masuk plang MAAF PARKIR PENUH ditambah lagi JANGAN MEMBUNYIKAN KLAKSON, itu artinya agan harus bersabar. kalau sudah penuh ngapain maksain masuk, dan ada gratis kalau parkir penuh… saya pernah sampai 15 menit ngak bayar. hati-hati gan itu namanya pencemaran nama baik. buat tukang parkir yang SABAR YA… kadang kalau orang kecil begitu, suka diinjak-injak sama yg punya duit.

    1. Ada saksi. Dan saya berani bersumpah bahwa di depan tidak ada tulisan ‘Parkir Penuh’ dan saya bertanya pada pegugas sebelum masuk. Mungkin saya di dalam lebih dari 10 menit karena saya berputar-putar di dua lantai mencari plot parkir. Saya marah karena saya harus membayar atas apa servis yang dijual dan tidak diberikan. Bagi saya, itu pemerasan.

    2. Apa hubungannya dengan orang kecil? Memang saya marah pada petugas di gerbang keluar. Tapi esensinya kemarahan itu saya tujukan pada manajemen parkir IP yang tak menetapkan aturan yang benar.

  6. Betul tuh apa kata agan dani… kita sebagai konsumen juga jangan pengen mau menang sendiri. kalau saya sudah penuh apalagi macet ngapain maksain masuk mending cari ditempat lain. gitu aja kok susah

    1. Saya tidak memaksa masuk. Saya bertanya baik-baik kepada petugas sebelum masuk. Setelah saya masuk pun, petugas masih memasukkan kendaraan-kendaraan lain karena di belakang saya ada beberapa mobil lain yang ikut berputar-putar dengan saya mencari tempat. Ini membuktikan adanya kesengajaan petugas memasukkan mobil-mobil meskipun di dalam sudah tidak ada tempat yang kosong, agar mobil-mobil itu keluar dan dikenakan biaya. Praktik ini jelas merugikan konsumen yang harus membayar sesuatu yang gagal diberikan oleh penyedia/penjual jasa.

  7. wah ngak juga tuh gan… setiap saya ke IP apalagi kalau week end kalau sudah penuh itu ada PLANG MAAF PARKIR PENUH dan ditambah lagi JANGAN MENYALAKAN KLAKSON, itu tandanya agan harus bersabar. dan menurut ane sih, kalau sudah ada plang seperti itu agan ngak perlu maksain masuk apalagi sudah tahu penuh, kecuali kalau agan ngak bisa baca… kasian tuh tukang parkir selalu jadi kambing hitam dan juga kalau sudah penuh itu ada gratis 10 menit,kecuali kalau agan parkir lebih 10 menit, jangan-jangan sudah 1 jam… itu namanya agan sudah merampok kalau ngak mau bayar. cuapeee dehhhh

Thank you for reading. I'd love to hear from you.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s