Kegilaan Idul Fitri


Segala keagungan milik Allah, dan segala puji. Allahuakbar, Allahuakbar wa lillahilhamdu.

Idul Fitri telah tiba.

Bagi kaum muslim, ini adalah hari kemenangan yang diperjuangkan sebulan penuh selama Ramadan.

Bagi yang bersungguh-sungguh dalam perjuangannya, kemenangan itu pantas dirayakan; bukan dengan pesta-pora, tapi dengan mengagungkan Tuhan dan memuji-Nya, karena dalam agama tauhid, Tuhanlah hulu dan hilir dari segala perkara.

Tuhanlah yang menguji, Tuhanlah yang memberi kesempatan dan fasilitas, Tuhanlah yang meluluskan, dan Tuhan pulalah yang menaikkan derajat orang-orang yang telah memenuhi syarat-syarat kelulusan.

Sungguh mulia Idul Fitri. Sungguh hari yang berbahagia dan syahdu.

Namun bagi sebagian orang, Idul Fitri adalah hari kegilaan yang dipenuhi pesta-pora yang cenderung profane: kembang api dan mercon, musik dan joget, kekonyolan dan tawa yang terbahak-bahak, konvoi kendaraan yang menderu-deru dan ugal-ugalan di jalanan, bertakbir dan bertahmid — katanya — tapi tiada menjaga kesucian dan kemuliaan nama Tuhan.

Bagi mereka, Idul Fitri seolah-olah kebebasan dari belenggu Ramadan yang mengekang hawa nafsu. Garis finish Ramadan seolah-olah menjadi garis start yang membolehkan lagi segala perilaku yang berbasis nafsu.

Setan yang dibelenggu selama Ramadan telah dibebaskan*). Dan perilaku beringas merekalah wujudnya.

Mudah-mudahan kita ingat, bahwa kemenangan yang kita rayakan pada Idul Fitri bukanlah kemenangan yang profane seperti kemenangan tim sepakbola favorit kita atas lawannya; kemenangan yang kita rayakan di hari ini adalah kemenangan segala sesuatu yang bersifat Illahiyah atas segala sesuatu yang bersifat syaitaniyah. Maka tak pantas rasanya kita merayakannya dengan perbuatan-perbuatan syaitaniyah.

Selamat Idul Fitri 1434 Hijriyah.

Mudah-mudahan kita termasuk golongan orang-orang yang menang dan orang-orang yang terkabul segala upaya dan doanya dalam memperbaiki diri. Semoga kita menjadi orang-orang yang kembali kepada fitrah suci kita sebagai penyebar rahmat bagi semesta.

Mohon maaf lahir dan batin.

___________
*) Berdasarkan hadist riwayat Bukhari-Muslim ini:

“Apabila masuk bulan Ramadhan, dibukakan pintu-pintu syurga dan ditutup pintu-pintu neraka Jahannam, serta dibelenggu syaitan-syaitan.”

Thank you for reading. I'd love to hear from you.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s