Catatan di Polandia #6


Sabtu, 02 November 2013

Hari ketiga puluh di Polandia.

Waktu saya bangun tadi padi, suhu di luar saya lihat hanya 3 derajat Celcius. Saat ini, ketika saya menulis catatan ini, pukul 9 pagi, suhu sudah beranjak ke angka 8. Cukup dingin. Suasana di luar jendela apartemen saya lihat sangat lengang, lebih lengang daripada biasanya.

Hari ini memang bukan akhir pekan biasa. Kemarin (dan hari ini) adalah hari libur nasional di sini. Tanggal 1 November adalah All Saints’ Day. Di negara-negara Barat, terutama di Amerika Serikat, orang-orang merayakannya sebagai Haloween. Orang-orang Polandia menyebutnya Dzień Wszystkich Świętych (Hari Raya Bagi Orang-Orang Yang Telah Wafat). Dan tidak seperti Haloween yang cenderung berhura-hura, orang-orang di sini tidak ber-trick-or-treat atau berpakaian hantu atau totoh-tokoh menyeramkan lain dari dunia hitam. Mereka secara khidmat pergi ke permakaman untuk mengunjungi sanak keluarga yang telah meninggal, membawa bunga dan lentera warna-warni berisi lilin (znicze) untuk diletakkan di atas pusara mereka, serta berdoa. Konon di masa lalu, mereka bahkan membawa makanan dan minuman untuk ‘berpiknik’ di pusara dan meninggalkan sebagaian hidangan yang mereka bawa untuk orang yang sudah meninggal. Konon tradisi ini masih dipraktekkan di sejumlah negara Eropa Timur lain. Di Polandia, tidak lagi.

IMG_3408 - POLAND'S ALL SAINTS DAY - MEDIUM

Dzień Wszystkich Świętych adalah hari raya penting untuk orang Polandia. Kerabat yang telah bermigrasi ke kota akan berupaya sedapat-dapatnya untuk pulang kampung (persis seperti Idul Fitri di negara kita) agar bisa berkumpul dengan keluarga dan melaksanakan tradisi ziarah makam seperti yang saya sebutkan di atas. Kantor-kantor, sekolah-sekolah, dan toko-toko tutup (konon wajib/diwajibkan). Di kota besar seperti Warsawa, pemerintah kotapraja melalui otoritas transportasi massalnya (di sini namanya ZTM) menyediakan bus-bus khusus ke area permakaman (bus berkode C) untuk mencegah agar orang tidak menggunakan kendaraan pribadi dan memacetkan lalulintas di sekitar permakaman.

Jauh-jauh hari sebelum tanggal 1 November, saya sudah diberitahu bahwa tanggal itu adalah hari raya penting untuk orang Polandia. Saya disarankan untuk berbelanja keperluan sehari-hari sebelum hari H karena toko-toko akan tutup. Saya juga diberitahu lokasi perkuburan mana yang paling menarik untuk dikunjungi di kota Warsawa jika saya tertarik untuk melihat tradisi ini secara langsung dan bagaimana cara mencapainya.

Makam orang-orang terkenal biasanya dipenuhi lebih banyak lentera dan bunga seperti ini pada hari Dzień Wszystkich Świętych.
Makam orang-orang terkenal biasanya dipenuhi lebih banyak lentera dan bunga seperti ini pada hari Dzień Wszystkich Świętych.

Semua pemberi saran tampaknya setuju bahwa saya harus ke Permakaman Powazki (Pl. Cmentarz Powazki) untuk bisa melihat tradisi ini on its best karena, konon, inilah kompleks makam terindah di kota Warsawa, dan termasuk yang paling tua dan bersejarah.

Cmetarz Powazki atau Stare Powazki (Powazki Lama, untuk membedakannya dengan Powazki Baru yang merupakan kompleks permakaman militer) terletak di sebelah barat kota Warsawa, di distrik Wola. Permakaman yang konon luasnya nyaris sama dengan kota Vatikan ini (43 hektare), didirikan pada tahun 1790. Di dalamnya dimakamkan tokoh-tokoh terkenal seperti komposer, ilmuwan, pengusaha, bahkan presiden, aktor dan aktris film.

Saya cukup beruntung bisa mengunjungi permakaman itu dengan dampingan dua orang siswa saya yang fasih berbahasa Indonesia, Anna dan Pak Arkadeus, sehingga saya tidak cuma melihat, tapi juga mendapatkan banyak keterangan menarik tentang tempat dan tradisi itu. Mereka kebetulan berasal dari Warsawa, sehingga tidak perlu pulang kampung dan punya kesempatan untuk mengantar saya.

Kami membuat janji bertemu di pelataran stasiun Metro Central bakda ashar, sekitar pukul 3. Dari sana kami naik Metro (kereta api bawah tanah), lalu disambung dengan bis kota.

Suasana di permakaman sudah sangat ramai waktu kami tiba. Banyak penjual lentera, lilin, dan bunga di sepanjang trotoar menuju ke pemakaman. Ada juga penjual makanan khas yang oleh orang sini disebut Pańska Skórka (semacam gula-gula berwarna pink dan putih). Konon resep permen ini hanya diketahui oleh sedikit orang dan merupakan resep turun-temurun keluarga, sehingga penjualnya juga tidak banyak. Anna membelikan kami permen itu untuk sekedar mencoba. Rasanya manis, seperti layaknya gula-gula. Saya kira dari rasanya, di dalamnya ada unsur susu juga.

Suasana permakaman seperti itu mengingatkan saya pada suasana permakaman di tanah air menjelang hari raya Idul Fitri ketika banyak keluarga berziarah dan nyekar di pusara kerabat dan anggota keluarga yang telah meninggal. Bedanya mungkin hanya pada keberadaan lentera dan lilin serta jenis bunganya. Bunga yang dibawa oleh para peziarah di sini adalah bunga-bunga musim gugur, salah satunya — dan yang paling dominan — adalah bunga krisan.

Hari sudah gelap ketika kami masuk dan berkeliling permakaman. Pohon-pohon besar yang tak lagi berdaun dengan patung dan ornamen pusara serta cahaya lilin warna-warni di sana-sini membuat suasana makam terasa mistis. Di beberapa sudut saya melihat pemain biola memainkan lagu-lagu syahdu. Salah satunya, yang saya kenal, adalah Ave Maria. Saya terus terang agak merinding.

Selesai berkeliling di Pawazki lama, kami meneruskan perjalanan ke Pawazki baru. Suasana di sana juga sama ramainya. Bedanya, makam-makam di sini lebih baru, lebih teratur, dan tidak sepadat di Pawazki lama yang memang kuno.

Kami mengakhiri perjalanan budaya hari itu dengan minum kopi bersama di sebuah kedai kopi di kawasan Platz.

Sekian dulu surat dari Polandia.

Salam

Thank you for reading. I'd love to hear from you.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s