Panas Dingin


Panas itu ………………………

Bayangkan: tengah hari bolong, di musim kemarau, di Jakarta — atau kota manapun yang padat, hiruk-pikuk, penuh kendaraan bermotor yang ‘kentutnya’ tak cuma bau, tapi juga bikin sesak dada. Gerah!

Dalam situasi kayak gitu, yang paling mak nyuusss tentu saja masuk ke ruangan ber-AC, minum es kelapa muda atau sop buah … Oh la laa …!

Jangankan masuk ruangan ber-AC, ada di depan pintunya saja — bayangkan mal atau gedung lain yang AC-nya jeeeeeeesss — sudah bisa bikin suhu badan langsung turun dua derajat dan pori-pori yang kayak tanur-tanurnya kaum Nabi Nuh langsung pet mampet. Gerah hilang, spaneng hilang.🙂

Itu soal panas.

Soal dingin lain lagi.

Dingin itu ………………………

Dunia kulkas dan dunia luar bertukar tempat. Dinginnya kulkas dan dinginnya frizer (yang bener freezer sih) tiba-tiba jadi segede gaban, segede kota, segede negara, segede benua; dan semua yang anget-anget sekarang cuma jadi segede mobil, segede bus, segede rumah, dan segede kulkas.🙂

Dan itu yang sedang aku alami di sini:

Di luar dingin kayak di kulkas, kayak di frizer! Hangat cuma ada di mobil (buat yang punya mobil), di bus (nah yang ini gue!), di kantor, di kelas, di mal, atau di rumah.

Brrrrrr ………………………

Mimpi di tempat dingin kayak gini?

Cokelat hangat, perapian, selimut tebel, kasur empuk … Apalagi kalau ada yang dipeluk dan meluk …😀

2 pemikiran pada “Panas Dingin

Thank you for reading. I'd love to hear from you.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s