Ke Bengkel Kacamata


Pulang dari kantor tadi, saya langsung tidur. Terbangun pukul satu. Saya buka tirai dan menengok keluar jendela. Ada lapisan putih tipis di atas trotoir dan mobil-mobil yang diparkir di luar. Saya kira salju sudah turun. Ternyata hanya lapisan embun yang membeku. Di menara jam digital, yang bisa terlihat dari jendela apartemen saya dan berselang-seling menunjukkan waktu dan suhu, terlihat angka minus 5 derajat Celcius. Pantas!

Suhu semakin dingin. Mungkin karena itu, dan karena perbedaan tajam suhu di luar dan di dalam ruangan, tiba-tiba sambungan bingkai kacamata saya lepas kemarin. Shoot! Saya agak panik. Saya tidak membawa kacamata cadangan, dan harga kacamata di sini, saya pikir, pasti jauh lebih mahal daripada di tanahair.

Tadi pagi saya mencoba bertanya kepada mahasiswa saya toko kacamata yang mungkin bisa memperbaikinya. Dia menyarankan saya pergi ke Vision Express, jaringan optik besar di negara ini, yang salah satu gerainya ada di mal Złote Tarasy di dekat kampus.

Saya mencoba ke sana sepulang mengajar. Ternyata mereka tidak bisa mereparasi kacamata. Tidak ada alatnya, menurut pramuniaga yang melayani — yang untungnya bisa berbahasa Inggris, meskipun patah-patah. Dia lalu memberikan secarik kartu dan menyarankan saya pergi ke sana.

Di kartu itu tertulis:
Naprawa Okularów, Optis, Usługi Expresowe, dan alamatnya di ul. Miñska 18.

Di kantor, saya bertanya kepada teman saya di mana lokasinya dan kendaraan umum mana yang bisa dipakai untuk sampai ke sana.

Selepas makan siang atas jamuan Pak Aditya, yang hari ini berulangtahun, saya mencoba mencari alamat itu. Hanya sekali naik tram nomor 8 dari Rondo Waszyngtona ke halte Bliska 04.

Ketika sampai di alamat itu, ini yang saya lihat:

Naprawa Okularów ('Bengket' Kacamata) OPTIS di ul. Miñska 18, Warsawa. (Foto: © Eki Akhwan)
Naprawa Okularów (‘Bengkel’ Kacamata) OPTIS di ul. Miñska 18, Warsawa. (Foto: © Eki Akhwan)

Semula saya tidak yakin ini tempatnya. Tapi benar ini alamat dan namanya. Saya masuk.

Bengkel itu kecil saja, memanjang tiga kali dua meter. Di dalam ada dua ‘pasien’ yang sedang menunggu di sisi kiri ruangan. Di ujung, di belakang meja, seorang laki-laki berbadan kekar sedang bekerja dengan alat las mini dan segala macam peralatan yang tampak serba mini — kontras sekali dengan badannya. Musik hard rock melantun dari boombox di sebelah kanan ruangan, di atas meja kerjanya. Di sana-sini terlihat poster body building, moge (motor gede), dan iklan steroid untuk para body builder, saya kira. Suasana ruangan agak pengap.

Beberapa orang masuk lagi ke bengkel. Suasana jadi tambah pengap. Ketika giliran saya tiba, saya menunjukkan kacamata saya. Si ahli reparasi tadi berbicara, tentu saja dalam bahasa Polandia, nadanya ramah, dan saya — tentu saja — tidak mengerti.🙂 Tapi pede ajalah! Urusan begini, bahasa Tarzan mungkin juga bisa. Untungnya seorang ‘pasien’ lain yang sedang menunggu — seorang gadis muda — bisa berhahasa Inggris dan menjadi perantara kami.

Singkat cerita, kacamata konon bisa selesai pukul 3 dan ongkosnya 30 Zloty (sekitar Rp 105.000).

45 menit menunggu saya pakai untuk berjalan-jalan di sekitar tempat itu. Ini lingkungan yang sangat berbeda dengan tempat-tempat yang biasa saya lalui dan pernah saya kunjungi di Warsawa. Banyak bangunan-bangunan tua yang tampak lusuh — dan kumuh — di sini. Suasananya mengingatkan saya pada kawasan Queen di kota New York.

Saya kembali pukul tiga kurang lima menit. Pukul tiga saya menerima kembali kacamata saya yang sudah diperbaiki, membayar ongkosnya, dan kembali ke kantor.

Untung ada bengkel kacamata. Kalau tidak, mungkin saya terpaksa keluar uang lebih banyak untuk membeli kacamata baru.🙂

5 pemikiran pada “Ke Bengkel Kacamata

Thank you for reading. I'd love to hear from you.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s