Buatan Indonesia


Buatan Indonesia, Made in Indonesia, Produk Indonesia, kerén engga sih?

Kita, di tanahair sendiri, kadang-kadang suka memandang sebelah mata pada produk-produk buatan negara sendiri. Terlalu banyak orang yang terlalu bergaya luar negeri, seolah-olah segala sesuatu yang berasal dari negara lain, dibuat oleh orang dan bangsa lain, selalu lebih kerén dibandingkan dengan produk-produk negeri sendiri: sepatu Italia, parfum Perancis, HP Korea, mobil Jepang atau Jerman, komputer jinjing Amerika …

Ada apa dengan semua ini?

Rasa rendah diri bangsa yang belum maju? Atau mental kacung bangsa terjajah yang memandang tuannya sebagai manusia setengah dewa yang mampu membuat (dan berbuat) hal-hal yang belum dapat dibuat (atau diperbuat)-nya sendiri?

Rasa tidak percaya bahwa, karena kita beratus-ratus tahun dijajah, dibodohi dan dibuat bodoh; karena kita belum lama belajar menjadi modern; karena kita belum lama bisa menciptakan ini dan itu yang sudah lama mereka ciptakan, lalu kita merasa bahwa apa yang kita ciptakan lebih rendah kualitasnya daripada yang mereka ciptakan?

Atau, karena kita sudah kadung menjadi kacung yang ingin selalu menyenangkan sang tuan? Kita membuat barang yang bagus untuk mereka, dan menyimpan serta menjual barang-barang kualitas kelas dua (KW) untuk kita pakai sendiri?

Kalau kita sudah tahu sebab-sebabnya, kita harus menghentikan ini semua. Berhentilah memandang diri sendiri sebagai kacung, bersikap sebagai kacung.

Benar kita dijajah beratus-ratus tahun, dibodohi dan dibuat bodoh; tapi kita tak kalah cerdas dengan siapapun. Kejayaan masa lalu dan warisan budaya kita membuktikan kita bangsa yang cerdas, kreatif, dan pekerja keras. Ketinggalan yang disebabkan oleh masa-masa gelap penjajahan dapat dan telah kita kejar dengan cepat. Kita bisa membuat (dan berbuat) apapun yang bisa dibuat (dan diperbuat) oleh bangsa lain, bahkan kita bisa membuatnya lebih baik.

Berhentilah membuat dan menjual barang-barang bagus hanya untuk para tuan dan nyonya dan konsumen luar negeri, dan menyisakan hanya yang lebih buruk untuk diri dan konsumen negeri sendiri. Barang yang kita buat dan jual di dalam negeri untuk konsumen negeri sendiri harus sama baiknya dengan barang yang kita jual untuk konsumen luar negeri. Harus ada standarisasi mutu yang tidak diskriminatif, agar kita percaya buatan kita sendiri sama baiknya, bahkan lebih baik mutunya daripada buatan orang dan bangsa lain.

Saya sudah melanglang buana ke banyak negara, dan betapa bahagianya saya, betapa bangganya, setiap kali saya menjumpai sesuatu barang yang bertuliskan Made in Indonesia, Buatan Indonesia, Produk Indonesia. Saya tak ragu-ragu membelinya, menunjukkan dan menyarankannya pada teman-teman saya. Terbayang oleh saya jutaan tangan-tangan terampil pekerja kita yang menghidupi keluarga mereka dengan kerja keras mereka; terbayang oleh saya otak-otak cerdas dan kreatif para perancang dan insinyur-insinyur kita; terbayang oleh saya petani dan nelayan yang peluh keringatnya memanen kekayaan alam yang jumlah dan ragamnya sungguh membanggakan dan tak dimiliki oleh semua bangsa.

Di supermarket dan toko di sini, setiap kali saya berbelanja, saya selalu memeriksa — dengan penuh harap — bahwa saya akan menemukan label itu: Made in Indonesia, Buatan Indonesia, atau label serupa dalam bahasa apapun. Sampai saat ini saya masih sering kecewa, karena pada produk-produk yang saya yakin buatan atau produk Indonesia paling baik, saya tak menemukan label itu: pada teh, kopi, bumbu-bumbu (bukankah pala, merica, dan kayu manis berasal dari tanah kita?), tak kudapati label itu. Pada baju, sepatu, dan barang-barang elektronik juga tak ada.😦

Maka ketika saya mendapati label itu pada bungkus dan merek permen yang sangat saya kenal “Kopiko” dan nanas kalengan, betapa girangnya hati saya. Saya tentu akan lebih girang dan bangga lagi kalau pada baju, sepatu, barang elektronik, mobil, kereta api, pesawat terbang, film, perangkat lunak komputer, dan segala barang ada guratan dan tulisan itu: Made in Indonesia, alih-alih Made in China, Made in Japan, Made in Korea atau bangsa-bangsa lain.

Tidakkah kau juga akan girang dan bangga? Aku anak Indonesia, dan inilah karya, ciptaan, dan produk kami.

2 pemikiran pada “Buatan Indonesia

Thank you for reading. I'd love to hear from you.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s