Pornografi Balas Dendam


Pernah mendengar istilah ini: “Pornografi Balas Dendam”?

Sebagai sebuah frasa utuh, barangkali istilah itu belum pernah digunakan di Indonesia, meskipun mungkin praktiknya sudah sering terjadi dan menjadi pengetahuan khalayak.

Beberapa kasus pornografi yang pernah marak di tanahair dapat ditengarai masuk dalam kategori ini. Mungkin saya tidak perlu menyebutkannya di sini agar tidak dituduh ikut mengail di air keruh. Kalau kau berminat, mungkin kau bisa mencarinya di Google.

Pornografi balas dendam kira-kira dapat diartikan sebagai penyebarluasan foto-foto telanjang atau rekaman adegan tak senonoh seseorang oleh orang lain dengan sengaja dan tanpa sepengetahuan atau seizin orang yang ada di dalam foto atau rekaman itu, dengan motif balas dendam untuk tujuan mempermalukan atau merusak nama baik orang itu. (Terlalu panjang ya?🙂 Huuuh … haaaah … *tarik dan buang nafas dulu*.)

Bayangkan itu terjadi pada dirimu (amit-amit dan naudzubillah … jangan sampai ya!): Kau sedang di sekolah atau di tempat kerja, tiba-tiba ada temanmu yang meneleponmu dan mengatakan bahwa mereka baru saja melihat foto telanjangmu atau menonton rekaman adegan mesummu di internet atau di HP.

Pucat pasi? Sesak nafas? Pingsan? Ingin bunuh diri?

Bisa jadi, karena hal semacam itu sungguh sangat memalukan (paling tidak untuk orang yang masih waras jiwanya).

Tiga hari yang lalu saya membaca artikel mengenai hal itu di Majalah Berita BBC. Menurut artikel itu, konon banyak wanita yang menjadi korban pornografi balas dendam. Sumbernya bisa jadi karena keteledoran diri sendiri — kesukaan membuat foto telanjang atau merekam adegan mesra dengan pacar atau teman kencan. Lalu, ketika pacaran putus dan si pacar tersakiti, dia menyebarluaskan foto telanjang atau rekaman adegan mesra itu berikut nama dan alamat si korban di internet demi membalaskan rasa sakit hatinya.

Namun itu bukan satu-satunya sumber, karena ternyata di luar sana ada juga orang-orang yang iseng atau pekerjaannya memang mencari dan mencuri gambar atau video porno pribadi. Pencurian seperti itu bisa terjadi ketika kita sedang menyerviskan perangkat elektronik kita (HP, cakram padat, komputer jinjing), atau lewat internet — dilakukan oleh para peretas, yang dengan keahliannya mampu membobol ratron atau media penyimpanan di komputer kita yang terhubung dengan internet. Yang ini motifnya umumnya bukan balas dendam, meskipun bisa saja orang yang sakit hati pada kita menyewa keahlian mereka untuk melakukan itu.

Intinya, janganlah kita menganggap enteng membuat foto atau rekaman adegan mesum, meskipun untuk diri dan disimpan sendiri, karena siapa tahu foto atau rekaman itu bisa jatuh ke tangan orang-orang yang tak bertanggung jawab atau orang-orang yang menginginkan kejatuhan kita. OK?

5 pemikiran pada “Pornografi Balas Dendam

  1. Jadi teringat gerakan “Jangan Bugil di Depan Kamera” beberapa tahun lalu. Aktifitas seksual memang menjadi hak individu, tapi mengabadikan moment tersebut hingga tersebar luas, sampai sekarang, di kebanyakan tempat di dunia adalah hal yang masih dianggap sangat memalukan ya, Pak.

Thank you for reading. I'd love to hear from you.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s