Resolusi dan Rencana-Rencana di Tahun Baru


Kalau Anda termasuk orang yang merayakan dan percaya pada keajaiban tahun baru, maka hari ini adalah hari pertama dari sekumpulan hari — yang menurut hitungan kalender Masehi berjumlah 365 — yang akan menjadi kotak pengukur gerak langkah Anda ke depan.

Apa yang akan kita lakukan dalam kotak berisi angka-angka (tanggal dan bulan) itu?

Seperti yang saya katakan pada posting saya kemarin (dan posting-posting serupa di tahun-tahun sebelumnya), saya tidak termasuk orang yang percaya pada keajaiban angka-angka tanggal, bulan, dan tahun. Semua angka-angka itu adalah ciptaan kita sendiri, cara kita untuk memahami perjalanan kita dalam ruang dan waktu yang fana. Tanggal, bulan, dan tahun hanyalah mitos (dalam pengertian kajian budaya), naratif yang membantu kita memahami kisah-kisah kefanaan kita. Dengan pengertian itu, kita bisa ciptakan angka-angka itu kapan saja, atau kita pilih dari yang sudah ada, untuk menjadi kotak ukur yang kita inginkan. Resolusi dan rencana-rencana baik tidak harus dimulai pada tanggal 1 Januari, bisa kapan saja sesuai dengan kemauan kita.

Meskipun saya tidak termasuk orang yang percaya pada keajaiban angka-angka tanggal, bulan, dan tahun, pergantian angka dari 2013 ke 2014 yang dirayakan oleh miliaran manusia — sebagian besar mungkin dengan membabibuta, karena tradisi dan ikut-ikutan — memberikan kepada saya kesempatan untuk mengalap radiasinya:

Ketika angka diset ulang ke bilangan satu (tanggal satu di bulan kesatu), tidak ada salahnya mungkin saya ikut berlomba. Seperti dalam maraton yang diikuti oleh sejuta umat, ketika pelatuk dihentakkan dan pistol meletus, semua berlari ke arah yang sama: maju! Saya, yang berada di antara kerumunan, mau tak mau juga harus maju. Kalau tidak, saya akan terdesak, bahkan mungkin terinjak-injak.

Di antara gegap gempita pada angka-angka yang tidak saya yakini keajaibannya itu, saya haruslah tetap bergerak. Dan daripada terpaksa, saya lakukan gerakan itu dengan sadar, terukur, dan bertujuan.

Di kotak angka berpredikat 2014 ini, saya telah menetapkan sejumlah resolusi dan rencana, agar dalam gerakan saya bersama kerumunan, saya tidak sekedar ikut-ikutan atau sekedar bergerak. Ketika resolusi dan rencana-rencana itu selesai saya tuliskan, hitungan menunjukkan angka 22. Tidak terlalu banyak, meskipun juga tidak bisa dibilang sedikit.

Di dalamnya ada resolusi dan rencana tentang produktivitas: apa yang ingin saya hasilkan dalam kotak bernama 2014 itu; ada target-target yang ingin saya capai: sekian persen dari sekian; ada hal-hal yang ingin saya perbaiki: perilaku dan kebiasaan yang masih buruk atau kurang diinginkan; ada barang-barang yang ingin saya miliki — bukan untuk sekedar bergaya-gaya atau menikmati hidup, namun yang betul-betul saya perlukan untuk meningkatkan produktivitas dan membantu saya merealisasikan rencana-rencana dan mencapai target-target yang saya inginkan; dan lain-lain.

Tulisan itu saya harapkan bisa memandu saya dalam gerakan saya, agar saya tidak sekedar bergerak mengikuti kerumunan dan kata hati. Mudah-mudahan saya bisa mencapai dan merealisasikan semuanya, agar kotak berangka 2014 ini tidak sekedar menjadi kotak berangka seperti yang sudah-sudah, namun betul-betul menjadi alat ukur yang betul-betul bermakna.

Bagaimana dengan Anda?

Satu pemikiran pada “Resolusi dan Rencana-Rencana di Tahun Baru

  1. Yup, angka yang tertera dalam kalender ya kita yg mencipta jadi ga bisa jadi patokan pasti bahwa tgl 1 kemarin adalah permulaan/reset ulang sebuah siklus.
    Rencana selalu ada dan angka itu hanya sebagai date line saja.

Thank you for reading. I'd love to hear from you.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s