“Provincial”


Pernah mendengar kata “provincial”?

Orang yang bisa berbahasa Inggris, saya yakin pernah. Paling tidak mereka tahu kata “province”, yang kita Indonesiakan menjadi provinsi.

Ditilik dari bentuknya, “provincial” hampir bisa dipastikan sebagai kata sifat dari kata “province”, meskipun ternyata “provincial” juga bisa berfungsi sebagai kata benda. Sebagai kata sifat, “provincial” artinya kurang lebih: memiliki sifat, atau segala sesuatu yang berhubungan dengan, provinsi.

Nuansa makna yang seringkali tidak diketahui oleh pembelajar bahasa Inggris adalah justru penggunaannya sebagai kata benda, yang oleh Kamus Merriam-Webster didefinisikan seperti ini:

a : a person of local or restricted interests or outlook
b : a person lacking urban polish or refinement

Jadi, orang yang pengetahuan dan cara pandangnya terbatas, orang yang tak canggih dan terasah (cara berpikir dan perilakunya), disebut provincial alias orang udik.

Kata “provincial” dalam arti seperti di atas juga bisa dipakai sebagai kata sifat. Maknanya, tentu saja, adalah sifat udik atau kampungan.

Kata memang tidak pernah menjadi mahluk yang mati. Ia bisa menari mengikuti irama tatabahasa — atau bahkan justru menentukan irama tatabahasa; ia bisa berubah bentuk, memakai “jaket” baru, agar ia bisa masuk ke dan padu dalam lingkungan sintaksisnya.

Dalam proses keluar masuk lingkungan sintaksis dan perubahan morfologis yang terjadi, terlibat juga di dalamnya liukan semantik. Dalam kasus “provincial” (ks, kb), yang diturunkan dari kata “province” (kb), muncul kata lain — derivatif tingkat kedua — yaitu “provincialism”.

Dari akhirannya, “-ism”, kita tahu jenisnya adalah kata benda. Artinya juga bisa kita duga, yaitu “quality or state of being provincial”, meskipun dalam penggunaannya ada makna lain, yaitu kata, frasa, atau idiom yang bersifat lokal. Jadi kita bisa mengatakan:

– With his provincialism, I think it will be hard for him to win the support and votes of the educated middle-class.

Atau:

– The words ‘gue’ and ‘elu’ are among the most successful examples of provincialism in Bahasa Indonesia.

Begitu.

Satu pemikiran pada ““Provincial”

Thank you for reading. I'd love to hear from you.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s