Tentang Jadwal Shalat dan Khutbah Jumat


Beberapa teman bertanya bagaimana saya shalat dan shalat Jumat di Polandia. Saya jawab, tidak ada yang istimewa, kecuali dalam dua hal.

Pertama, jadwalnya. Seiring dengan pergerakan musim, dari gugur ke dingin, siang menjadi semakin pendek, dan malam menjadi semakin panjang. Dan itu, tentu saja, memengaruhi jadwal waktu shalat. Hari ini, misalnya, saya lihat di aplikasi Android saya, jadwal shalat seperti ini:

Subuh: 05:39, zuhur: 11:42, Ashar: 13:23, Maghrib: 15:41, Isya: 17:39.

Subuh pada pukul 05:39 bagi orang-orang yang tinggal di dekat garis khatulistiwa mungkin menggelikan. Sudah kesiangan. Namun, kalau kita ingat bahwa pada musim dingin, matahari baru terbit setelah pukul 7 pagi (hari ini saya lihat pukul 07:43), maka kita akan tahu bahwa pukul 05:39 langit pasti masih gelap, sama gelapnya dengan waktu subuh di tanahair. Demikian juga dengan waktu maghrib (yang kalau dilihat dari angkanya lebih dekat ke waktu ashar di Indonesia) dan isya (yang di Indonesia biasanya adalah waktu menjelang maghrib). Hari mulai gelap pada sekitar pukul setengah empat di belahan bumi ini, pada musim ini.

Shalat Jumat juga tidak istimewa. Di manapun di dunia, sama. Hanya bahasanya saja yang berbeda. Di Masjid Islamic Center Warsawa — satu di antara hanya dua masjid yang ada di kota ini — khutbah Jumat diberikan dalam Bahasa Arab, yang kemudian disarikan ke dalam Bahasa Polandia pada khutbah bagian kedua oleh orang lain, kecuali jika khatibnya kebetulan bisa berbahasa Polandia seperti pada Jumat dua pekan yang lalu. Dia mengisi khutbah bagian keduanya dalam Bahasa Polandia.

Praktik semacam itu juga saya alami ketika saya tinggal di Amerika. Di beberapa mesjid, khutbah bagian pertama diberikan dalam Bahasa Arab, yang kemudian disarikan ke dalam Bahasa Inggris pada bagian keduanya. Namun ini tidak berlaku universal. Di beberapa mesjid, terutama masjid MSA di dekat kampus saya, khutbah diberikan langsung dalam Bahasa Inggris, baik untuk bagian pertama maupun bagian kedua. Saya kebetulan pernah diminta untuk menjadi khatib juga di sana.

Demikian.

3 pemikiran pada “Tentang Jadwal Shalat dan Khutbah Jumat

  1. Wah khotbahnya dua bahasa ya pak😮

    Masih kalah dengan Tokyo Jamii. Waktu saya salat Jumat di sana, khotbahnya empat bahasa, gak nanggung-nanggung. Pertama bahasa Jepang, lalu Turki, khotbah kedua diisi dengan khotbah yang sama dalam bahasa Inggris dan Arab. Katanya sih, orang Jepang yang masuk Islam banyak, jadi ada bahasa Jepang, lagipula itu di Jepang. Lalu itu masjid Turki, jadi harus ada bahasa Turki. Selanjutnya, banyak juga turis Muslim yang gak bisa bahasa Jepang maupun Turki, jadi harus ada Inggris. Lalu, bahasa Arab karena itu dirasa sebagai bahasa ‘wajib’ umat Muslim. Yang khotbahnya sama loh pak, empat bahasa pula😀

  2. Di Indonesia pun sebenarnya sama, waktu sholat kan tiap musim bergeser maximal 30 menit naik dan turun dari jadwal ‘normal’.
    mau sholat Subuh jam segitu di sini sudah dhuha ya.
    Saya tuh, sering kali kesiangan.
    #ups!

    1. Betul. Di wilayah dekat khatulistiwa, pergeserannya tidak terlalu besar. Di wilayah-wilayah yang jauh dari khatulistiwa, pergeseran itu bisa sangat besar. Semakin jauh dari khatulistiwa, semakin besar.

      Oo … ketahuan deh ….😀

Thank you for reading. I'd love to hear from you.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s