Orkestra Raya Amal Natal


Hari-hari terakhir ini saya semakin jarang keluar rumah. Saya hanya keluar rumah untuk bekerja atau berbelanja keperluan sehari-hari di supermarket terdekat. Selebihnya saya lebih suka tinggal di rumah. Alasannya sederhana saja:

Pertama, saya malas harus berpakaian tebal-tebal dan tampak seperti karung beras yang kelebihan muatan setiap kali keluar rumah. Pakaian berlapis-lapais ribet memakainya, ribet melepasnya.

Kedua, siang hari masih terasa terlalu pendek. Meskipun Winter Solstice (posisi matahari terjauh di musim dingin) sudah terjadi pada sekitar minggu ketiga Desember lalu dan pelan-pelan siang hari mulai memanjang lagi, sisa musim dingin masih membuat matahari terbit pada sekitar pukul setengah delapan pagi, dan terbenam sekitar pukul empat kurang seperempat. Itu artinya, saya hanya bisa melihat matahari sekitar delapan jam sehari. Itupun kalau langit sedang tidak ambek-ambekan dan mencoba menghalangi matahari. Padahal sekarang langit lebih sering ngambek daripada tidak. Mungkin karena saljunya karena sudah habis diekspor ke seberang Atlantik, ke Amerika Utara, minggu lalu, dia jadi uring-uringan.

Kemarin (Sabtu, 11/1/2014), saya nyaris seharian di rumah. Keluar hanya untuk membeli buah-buahan yang persediaannya sudah menipis di kulkas. Hari ini (Ahad, 12/1/2014), saya keluar karena ada acara yang tampaknya menarik: Orkestra Raya Amal Natal.

Panggung Wielka Orkiestra Świątecznej Pomocy (Orkestra Raya Amal Natal) 2014 dengan latar belakang gedung Istana Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan di Warsawa. © Eki Akhwan
Panggung Wielka Orkiestra Świątecznej Pomocy (Orkestra Raya Amal Natal) 2014 dengan latar belakang gedung Istana Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan di Warsawa. © Eki Akhwan

Orkestra Raya Amal Natal (bahasa Polandianya: Wielka Orkiestra Świątecznej Pomocy atau WOŚP) sebenarnya adalah nama organisasi amal — konon salah satu yang terbesar di Polandia. Organisasi ini didirikan pada tahun 1993 dengan tujuan untuk “melindungi kesehatan dan menyelamatkan jiwa anak-anak dengan menyumbangkan perlengkapan medis pada rumah sakit-rumah sakit umum.”

Untuk mencapai tujuannya, organisasi ini menggalang dana dari masyarakat sepanjang tahun, dan puncaknya (disebut Grand Finale) terjadi pada setiap hari Minggu pertama atau kedua di bulan Januari, yang tahun ini kebetulan jatuh pada tanggal 12. Pada hari ini, di seluruh Polandia para sukarelawan berusaha mengumpulkan dana sebanyak-banyaknya dengan mengedarkan kencleng bergambar hati berwarna merah betuliskan Wielka Orkestra Światecznej Pomocy. Para penyumbang yang memasukkan uang ke dalam kencleng ini akan diberi stiker hati berwarna merah tadi. Pada hari ini para sukarelawan juga mengorganisir pesta di seluruh negeri, dan di Warsawa diadakan pergelaran akbar di pelataran Pałac Kultury i Nauki (Istana Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan) yang diisi dengan konser dan pertunjukkan seni serta diakhiri dengan pertunjukkan kembang api pada pukul delapan malam. Pertunjukan kembang api ini konon konon sebagai perlambang harapan (“mengirim cahaya ke langit”). Berbeda dengan pesta yang digelar di seluruh negeri, pergelaran yang berlangsung di pelataran Istana Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan tidak diorganisir oleh para sukarelawan, namun oleh WOŚP sendiri dan sponsor-sponsor yang mendukungnya.

Atap panggung Wielka Orkiestra Świątecznej Pomocy 2014. © Eki Akhwan
Atap panggung Wielka Orkiestra Świątecznej Pomocy 2014. © Eki Akhwan

Dana yang telah dikumpulkan oleh WOŚP selama dua puluh satu tahun ini konon telah mencapai puluhan juta dolar. Menurut laporan, akumulasi jumlahnya telah mencapai di atas 170 juta dolar (hampir dua triliun rupiah) dan telah disumbangkan dalam bentuk perlengkapan medis kepada rumah sakit-rumah sakit umum sesuai dengan tema tahunannya (selengkapnya bisa dilihat di sini).

Hebat ya?

Coba kita bisa mangadakan acara serupa di tanahair. Pasti banyak anak-anak, orang-orang tua, dan kaum papa yang terbantu.

Anyway, saya tadi keluar rumah bakda salat ashar. Rencana semula saya akan menonton konser itu sampai saat peluncuran kembang api pada pukul delapan. Tapi karena udara terlalu dingin — angkanya sih cuma 3 derajat, tapi karena chill factor terasa seperti minus 1 — saya putuskan pulang lebih awal. Ini dia sebagian foto yang sempat saya ambil di lokasi:

Orang-orang menempel stiker hati bertuliskan "Wielka Orkiestra Świątecznej Pomocy" pada mobil ambulan yang dibeli dari dana yang digalang. © Eki Akhwan
Orang-orang menempel stiker hati bertuliskan “Wielka Orkiestra Świątecznej Pomocy” pada mobil ambulan yang dibeli dari dana yang digalang. © Eki Akhwan
Panggung "sosorodotan" yang terbuat dari es sumbangan sponsor utama tahun ini, sebuah perusahaan penyedia layanan telekomunikasi seluler PLAY. Di luar panggung utama, anak-anak bisa bermain di sini.
Panggung “sosorodotan” yang terbuat dari es sumbangan sponsor utama tahun ini, sebuah perusahaan penyedia layanan telekomunikasi seluler PLAY. Di luar panggung utama, anak-anak bisa bermain di sini.

Thank you for reading. I'd love to hear from you.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s