Berita Palsu, Alamat Palsu, Orang-Orang Dungu


Alamat Palsu, rerata orang Indonesia tahu, adalah judul lagu yang melejitkan nama Ayu Tingting, pelantunnya.

Berita palsu?

Banyak orang tampaknya akan bertanya-tanya: judul lagu kah? Siapa penyanyinya? Ayu Tingting lagi kah?

Berita palsu, sayangnya, bukan judul lagu. Apalagi judul lagu ‘catchy’ yang langsung melejitkan nama penyanyinya. Namun, berita palsu tak kalah populernya dengan alamat palsu. Banyak berita palsu yang begitu muncul langsung disambut histeris oleh massa. Mereka langsung bersorak-sorai, berteriak-teriak kegirangan, ikut kasak-susuk dan menjadikannya bahan obrolan dan gosip yang bersambal ulam, sedap … lalu ikut membagikannya di status dan cecuitan mereka di media sosial.

Dalam masyarakat dungu yang bosan dengan kehidupan nyata yang begitu-begitu saja, berita palsu memang kelezatan yang ditunggu-tunggu. Sensasionaaal! Dan membuat mereka bergairah lagi, hidup lagi, dan bersemangat lagi. Persis sama dengan acara-acara televisi yang mereka tunggu-tunggu yang dipenuhi dengan segala kegilaan yang biasanya hanya terjadi di lorong-lorong dan bangsal-bangsal rumah sakit jiwa.

Apa yang tak sensasional tampaknya keredupan yang murung, membosankan, seperti langit yang mendung yang setiap hari mengguyurkan hujan, lalu menyebabkan banjir. Atau, letusan gunung berapi yang membedaki matahari dengan debu arang hingga wajahnya tak cerah lagi — persis seperti orang-orang yang tertimpa nestapa itu lalu menjadi gelap hidupnya karena ladang-ladang mereka rusak, rumah-rumah mereka hancur, dan ternak-ternak mereka mati.

Berita palsu adalah pencerahan seperti api yang menyalakan langit malam tanpa bintang, lalu laron-laron berdatangan, mengira ialah sumber kehidupan. Booo …! Mereka tertipu dan mati terbakar panasnya.

Karena laris manis, berita palsu pun dicari-cari. Kenapa memberitakan yang asli kalau yang palsu lebih mendatangkan rejeki?

Maka orang-orang bermartabat pun berhebat-hebat mencari rejeki dengan sensasi: politisi yang selalu haus sensasi, pengacara yang rela disebut gila, dan pewarta yang dulu bangga menjaga kesakralan berita, akhirnya jatuh pula; lalu … oh lalu … mahasiswa — para cantrik penjaga pundi-pundi ilmu itu — ikut menjadi buta pula.

Tak mengapa juta menjadi miliar, meskipun tak benar. Tak mengapa yang konon marijuana dijual terbuka, meskipun tak nyata. Aku senang kalau bisa ikut menyalakan api dan membuat laron-laron datang; aku senang karena aku akan ada di tengah sorak-sorai dan gempita, dielu-elukan massa yang ingin merdeka dari segala yang biasa dan mereka yang ingin selalu berpesta agar lupa pada segala nestapa.

Mungkinkah kebahagiaan hanya milik orang-orang dungu saja?

Barangkali! Kedunguan adalah kabut asap yang menutupi mata agar tak melihat nestapa.

_________________________
Menurut KBBI, dungu (adjektiva) berarti sangat tumpul otaknya; tidak cerdas …

Warsawa, 25 Januari 2014,
Eki Akhwan

2 pemikiran pada “Berita Palsu, Alamat Palsu, Orang-Orang Dungu

Thank you for reading. I'd love to hear from you.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s