Bertanya atau Berbicara?


Manakah yang lebih kau sukai: bertanya, atau berbicara?

Kalau aku tak harus berkata-kata, tak perlu berbicara, aku akan memilih bertanya.

Berkata-kata adalah keperluan, kadang keharusan. Aku perlu berkata-kata agar aku terbubung dengan orang lain.

Bertanya adalah caraku memaknai, menyaring kata-kata yang bertebaran tak tentu arah. Bertanya membantuku memusatkan perhatian — pada apa yang aku pikirkan, apa yang aku katakan, apa yang mereka katakan; pada dunia, pada semesta, pada Tuhan …

Bertanya membuatku mendengar di antara keriuhan kata-kata. Bertanya membantuku menyusun, menghubung-hubungkan, menggali dan menemukan apa yang tersembunyi. Bertanya adalah awal pengetahuan.

Terlalu banyak berkata-kata membuatku tuli, mungkin juga buta. Namun semakin banyak bertanya, semakin terbuka telingaku, semakin benderang penglihatanku, semakin kaya perbendaharaan batinku.

Ya, sebenarnya aku lebih suka bertanya daripada berkata-kata.

2 pemikiran pada “Bertanya atau Berbicara?

Thank you for reading. I'd love to hear from you.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s