Takdir dan Gen


Illustration of human DNA by Jeff Goertzen. (Orange County Register/MCT via Getty Images via Getty Images)
Illustration of human DNA by Jeff Goertzen. (Orange County Register/MCT via Getty Images via Getty Images)

Takdir, bagi saya, adalah predisposisi yang diciptakan dan ditanamkan Tuhan di dalam diri kita. Ia cetak biru yang dituliskan Tuhan dalam gen kita.

Gen menentukan wujud fisik kita. Gen menentukan sifat-sifat dan kecenderungan-kecenderungan kita. Ia menentukan reaksi kita terhadap stimulus yang kita terima dari lingkungan kita; ia membentuk pola dasar interaksi kita dengan lingkungan kita.

Inilah apa yang dalam terminiologi agama disebut sebagai takdir umri (takdir sepanjang hayat) yang, dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibmu Mas’ud, konon ditetapkan oleh Tuhan ketika roh ditiupkan kedalam janin. Di dalamnya termasuk: ajal, amal, rizki dan bahagia atau sengsara.

Ilmu pengetahuan kini telah mengungkapkan, gen kita memiliki peran sangat besar dalam menentukan daya hidup kita — berapa lama kita bisa bertahan hidup (longevity) dan penyakit-penyakit apa yang berpotensi kita derita. Dengan kata lain, cetak biru tentang ajal kita sudah tertulis di dalam gen kita.

Karena program yang tertulis di dalam gen menentukan bagaimana kita bereaksi dan berinteraksi dengan lingkungan kita, maka gen berperan besar dalam nenentukan amal (perbuatan-perbuatan) kita. Orang yang memiliki cetak biru sifat welas asih, akan cenderung melakukan perbuatan-perbuatan yang didorong oleh sifat welas asihnya. Orang yang program dasarnya sangar, berangasan, akan cenderung pada hal-hal yang kasar dan agresif.

Tentu, kecenderungan-kecenderungan dasar (innate characteristics) itu bisa sedikit banyak dimodifikasi oleh lingkungan yang memungkinkan seorang individu mendapatkan sifat-sifat yang dipelajari (acquired characteristics). Namun sifat dasarnya tetaplah tidak akan hilang.

Rizki, kebahagiaan atau kesengsaraan pun demikian. Gen berisi program-program yang menentukan tingkat dan jenis kecerdasan seseorang. Tingkat dan jenis kecerdasan seseorang, bersama-sama dengan sifat-sifat dasar lain yang ada di dalam cetak birunya, menentukan bagaimana dia bereaksi dan berinteraksi dengan lingkungan untuk mendapatkan sumber kehidupan atau rizkinya, juga kebahagiaan atau kesengsaraannya.

Begitulan cara saya memahami takdir.

Thank you for reading. I'd love to hear from you.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s