Kisah Sang Cerita


Semua cerita, kawanku, selalu memiliki banyak sisi.
Maka ia pun bisa dilihat dari banyak sisi: Kau bisa melihatnya dari sisi itu; aku bisa melihatnya dari sisi ini.

Lalu, apakah mereka pun tak boleh melihatnya dari sisi yang berlainan dengan kita?

Setiap orang punya, dan boleh, melihatnya dari sudut pandang masing-masing.

Apapun sudut pandangmu, sudut pandangku, sudut pandang mereka, tak saling meniadakan — hanya saling melengkapi.

Apapun sudut pandangmu, sudut pandangku, sudut pandang mereka — cerita itu tetap ada. Dan ia tak kan tunduk padamu, padaku, pada mereka. Ia berdiri di ruangnya sendiri: membuka bajunya, bertelanjang, dan membiarkan dirinya dijamah oleh mata kita yang tak sempurna; membangkitkan hasrat yang berbeda-beda karena imaji kita yang berbeda-beda.

Lalu, ceritakah yang salah? Atau, kita?

Menurutku, tak ada!

____________________
Eki Akhwan
14 Juli 2014

2 pemikiran pada “Kisah Sang Cerita

  1. Semua kembali ke sudut pandang masing-masing. yang dipengaruhi pengalaman masing-masing. kita bisa menghakimi… tapi hakekatnya masing-masing yang paling paham

Thank you for reading. I'd love to hear from you.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s