Serbuan SMS Sampah


Sejak menggunakan chatting apps saya hampir tidak pernah lagi menggunakan SMS untuk berkomunikasi. Saya hanya berkirim SMS kalau orang yang saya tuju tidak menggunakan chatting apps dan atau tidak bisa ditelepon. Namun, meskipun saya nyaris tidak pernah ber-SMS lagi, saya sering menerima SMS — bisa puluhan setiap harinya, dan semakin lama semakin banyak. Dan hampir semuanya SMS sampah!

SMS-SMS itu umumnya berisi tawaran kredit, dana cepat dengan jaminan BPKB, dan tawaran-tawaran sejenis itu. Kadang-kadang ada juga iklan yang menawarkan travel, obat-obatan tradisional, bahkan (akhir-akhir ini) situs judi online! Selain itu ada juga SMS-SMS dari orang-orang yang jelas-jelas bermotivasi menipu: orang yang berpura-pura telah bertransaksi rumah/tanah dengan saya dan meminta saya menghubungi nomor tertentu untuk penyelesaian pembayarannya, pengumuman bahwa saya telah memenangkan hadiah dari provider jasa telekomunikasi atau bank, bahkan orang yang berpura-pura berasal dari luar negeri (Malaysia) yang ingin menitipkan dananya kepada saya!

Masyaallah! Saya tidak suka berhutang. Dan kalaupun saya terpaksa mengambil kredit, saya hanya akan melakukannya dengan pertimbangan yang sangat matang (dengan mempertimbangkan nilai gunanya dan kemampuan saya untuk membayarnya kembali). Saya juga hanya akan mengambilnya langsung dari lembaga-lembaga keuangan resmi yang saya kenal reputasinya. Soal judi, untuk saya, sama sekali off-limit. Saya tidak pernah melakukannya, sama sekali tidak tertarik untuk mendekatinya, apalagi mencobanya. Dulu, sekarang, dan untuk selama-lamanya. Soal upaya-upaya penipuan melalui SMS, saya kira orang-orang yang berakal sehat dan terpelajar tidak akan begitu saja termakan oleh upaya-upaya bodoh semacam itu.

Mula-mula saya masih rajin menghapus SMS-SMS itu, tanpa membacanya! Langsung delete! Sekarang saya sengaja membiarkannya agar kotak masuk SMS saya penuh dan SMS-SMS baru itu tidak bisa masuk. Namun ini pun belum bisa membuat saya tenang. Bayangkan! beberapa SMS itu menyapa saya dengan nama. Ini tentu mengerikan. Mereka (siapapun itu) telah berhasil mencuri dan mengedarkan sebagian identitas saya. Bagaimana kalau mereka menggunakan informasi itu untuk melakukan transaksi atas nama saya?

Memblokir nomor-nomor pengirim SMS sampah itu dari HP, saya kira, juga hal yang percuma saja. “Burung-burung nazar” itu bisa mengganti nomor sesering mereka mengganti baju. Lagipula nomor-nomor sasaran yang sudah berada di tangan mereka bisa mereka edarkan di antara mereka sendiri, sehingga sampai kapan pun kita tidak akan pernah terbebas dari menerima SMS-SMS semacam itu.

Hingga saat ini, cara yang saya tempuh untuk mengatasi masalah ini masih terbatas pada membiarkan kotak masuk SMS saya penuh sehingga tidak ada lagi SMS yang bisa masuk — meskipun pilihan ini mengandung risiko SMS-SMS ‘baik’ juga ikut terblokir. Namun tidak tertutup kemungkinan dalam waktu dekat ini saya akan menonaktifkan nomor itu dan menggantinya dengan nomor baru.

9 pemikiran pada “Serbuan SMS Sampah

Thank you for reading. I'd love to hear from you.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s