Orang Hebat, Hidup Hebat


Orang-orang hebat tak selalu hebat pada awalnya. Si tercundang belum pasti selalu tercundang. Dunia ini bergerak, berputar, seperti roda. Aku saksinya. Kau juga, jika mata hatimu tak mati.

Aku telah melihat jatuh bangun seorang anak manusia, banyak anak manusia. Ada yang jatuh dari ketinggian lalu tergilas di telapak dunia; ada yang naik ke puncak gilang-gemilang dari ketakberdayaan dan kehinaan. Tak perlu heran, tak perlu takjub. Itulah peraturan dunia yang hidup.

Change, berubah, perubahan. Segala sesuatu di dunia ini fana, terus berubah, bergerak, berganti. Kita hidup di dunia yang seperti ini. Maka kau (dan aku) tak mungkin diam saja. Kita harus bergerak dan berubah mengikutinya. Dengarkan iramanya, lalu menarilah selaras irama itu. Karena jika tidak, kita akan menjadi salah tempat dan salah waktu. Dan jika ada atau tak ada adalah soal tempat dan waktu, maka salah tempat dan salah waktu adalah kematian.

Hidup itu hebat. Untuk hebat, kau perlu hidup. Dan jika kau hidup, maka pastilah ada kehebatan dalam dirimu. Dan jika hidup adalah persoalan berada di tempat dan waktu yang tepat, maka hebat pun begitu. Sayangnya, tempat dan waktu yang tepat itu tidak satu. Mereka terus melompat-lompat mengikuti tetabuhan semesta raya. Maka kita pun harus melompat-lompat mengikuti tetabuhan itu agar tetap hidup, tetap hebat.

Memang sesuatu kali (mungkin juga berkali-kali) kita tak bisa persis mengikuti irama tetabuhan itu. Kita terpeleset dan jatuh. Di saat-saat seperti itulah kematian kecil datang. Tak mengapa. Kita bisa bangkit lagi, mencoba menyimak lebih baik lagi, bangkit dan bergerak lebih baik lagi, agar kita bisa hidup lagi, hebat lagi.

Namun perlu juga kita ingat, Semesta tak menghendaki kita hidup selamanya. Itu bertentangan dengan hukum-Nya. Seiring dengan setiap gerakan kita, kita akan kehilangan daya kita – setakar demi setakar – sehingga akhirnya kita tak mungkin lagi bergerak lincah dan liat lagi seperti sedia kala. Lalu kita pun menjadi lumpuh dan, mau tak mau, tak bisa lagi melangkah, apatah lagi melompat-lompat lincah. Itulah saatnya kita keluar dari arena, keluar dari tempat dan waktu yang bernama hidup. Kita ditarik dari peredaran agar ada tempat bagi yang baru dan pembaruan yang bisa bergerak liat lincah penuh gairah, berputar dan turut memutar roda semesta.

Hidup itu hebat. Jika kau masih hidup, maka hebat masih ada dalam dirimu.

 

 

Thank you for reading. I'd love to hear from you.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s