Tentang Jaywalking dan Tailgating


Jaywalking dan tailgating tidak memiliki padanan dalam bahasa Indonesia. Barangkali belum. Belum ada yang memikirkan. Suatu saat nanti, kita mungkin bahkan harus rela mengadopsinya mentah-mentah ke dalam bahasa kita ketika infrastruktur peraturan dan budaya berlalulintas kita sudah menuntutnya.

Konsep yang diwadahi oleh kedua kata itu memang tidak punya akar dalam  budaya kita.  Sementara ini, kedua kata itu hanya bisa dijelaskan dalam atau dengan kalimat.

Jaywalking adalah menyeberang jalan tidak pada tempatnya. Di tempat asalnya,  kata ini konon mulai muncul dan digunakan pada awal abad ke 20. Kata majemuk ini  berasal dari gabungan kata jay yang berarti ‘silly person’  (orang aneh) dan walk (berjalan) . Jadi, orang yang menyeberang tidak pada tempatnya dianggap sebagai orang aneh,  yang perbuatannya membahayakan diri sendiri, orang lain,  dan melanggar hukum.

Pada masyarakat kita, kata seperti itu tidak ada atau tidak dikenal karena memang menyeberang tidak pada tempatnya dianggap sebagai sesuatu yang biasa, wajar, dan tidak aneh.

Padanan kata tailgating tampaknya juga belum ada atau tidak dikenal dalam bahasa Indonesia. Kata ‘untit’ yang berasal dari bahasa Jawa bisa saja dipakai karena medan maknanya sangat bersinggungan. Namun dalam pemakaian, kata untit tampaknya juga belum umum dipakai sebagai padanan kata tailgating. Sebabnya: meskipun menjaga jarak dengan kendaraan di depan kita sudah menjadi ketentuan hukum,  pada praktiknya, kendaraan yang menguntit kendaraan yang berada di depannya dalam jarak yang terlalu dekat tidak pernah ditindak atau bisa dilaporkan sebagai pelanggaran hukum.

Di negara-negara yang budaya lalulintas nya sudah tertib, tailgating adalah pelanggaran hukum yang cukup berat, dan umumnya diktegorikan sebagai careless driving (mengemudi ugal-ugalan) yang membahayakan sesama pengguna jalan. Di Inggris, polisi bisa mendenda di tempat pengemudi yang melakukan tailgating sampai £100 (sekitar 2 juta rupiah). Di Australia, dendanya A$425 (sekitar 4 juta rupiah),  dan di Uni Emirat Arab,  jika pengemudi tertangkap kamera melakukan tailgating, dendanya adalah Dh 400 atau sekitar 1,5 juta rupiah. Di Indonesia,  nyaris tidak ada sanksinya karena aturannya tidak jelas dan, seperti aturan-aturan lalulintas lainnya, nyaris tidak pernah ditegakkan.

2 pemikiran pada “Tentang Jaywalking dan Tailgating

Thank you for reading. I'd love to hear from you.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s