Eksklusivitas Agama


Ini hanya sebuah pikiran yang kebetulan melintas di benak saya. Berkali-kali dalam minggu ini. Memaksa saya merenung dan mererenungkannya lagi.

Agama bersifat eksklusif. Ia menyingkirkan, meminggirkan, menyaring: Orang-orang yang tak seiman, tak sekeyakinan, adalah lian, golongan lain, luaran.

Kami tidak seperti kamu. Kamu bukanlah kami. Tuhan kami bukan tuhanmu. Keselamatan dan surga milik kami, dan bukan milikmu. Ini ritual kami dan bukan ritualmu. Aku benar dan kamu salah. Aku beriman dan kamu tidak. Kamu tidak seperti kami. Kami bukanlah kamu.

Begitu saja pikiran pendek ini. Maaf.

Iklan

Thank you for reading. I'd love to hear from you.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s